Rekan Indonesia Apresiasi Langkah Tegas Gubernur Banten Terhadap 20 Pejabat Dinkes yang Mundur

Porosnusantara.co.id – SERANG- Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Provinsi Banten memberikan apresiasi kepada Gubernur Banten, Wahidin Halim yang telah melakukan langkah tegas kepada 20 pejabat dinas kesehatan (dinkes) Banten yang mengundurkan diri.

Apresiasi ini disampaikan oleh ketua Kolektif Pimpinan Wilayah (KPW) Rekan Indonesia Provinsi Banten, Susiyanto dalam acara diskusi Rekan Indonesia Banten yang bertema “Mungkinkah Perpanjangan Masa Jabatan Gubernur Banten Dilakukan” di Serang Banten hari ini (9/6).

BACA JUGA  Kementerian Sosial RI Kembali Gandeng YPJI Salurkan 10.000 Bantuan Ke Jurnalis.

Susiyanto mengatakan bahwa alasan pengunduran diri 20 pejabat dinkes provinsi Banten tidaklah bijak, apalagi hanya karena merasa tidak mendapat perlindungan dari gubernur dan wakil gubernur Banten dalam kasus korupsi masker yang melilit dinkes Banten.

“Jelas tidak bijak, karena dengan pengunduran diri tersebut pelayanan masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan jadi terganggu. Apalagi saat ini kita tengah bersama-sama menghadapi situasi pandemi dimana keselamatan dan kesehatan warga harus diutamakan” ujar Yanto panggilan akrab Susiyanto.

BACA JUGA  Semangat Tak Pernah Surut, Di Tengah Pandemi Covid 19 BBPP Kupang Kreatif Menulis

Gubernur dan Wakil gubernur sebagai pimpinan provinsi tidak memiliki wewenang untuk melakukan perlindungan hukum terhadap dugaan tindak pidana hukum yang sedang dalam proses perkaranya oleh penegak hukum, yanto menambahkan.

“Harusnya jika memang tidak terlibat ya tenang saja, tetap menjalankan tugas pelayanan kepada warga. Bukan malah mengundurkan diri yang mengakibatkan kerugian pada warga Banten yang membutuhkan pelayanan kesehatan optimal di Banten” tegas Yanto.

BACA JUGA  Sebelum Terima Bantuan BPNT, Penerima Manfaat di Desa Karang Patri Disuntik Vaksin Booster

Yanto menyatakan, selama kasus mundurnya 20 pejabat dinkes Banten, pejabat dinkes mulai dari yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan sampai yang melayani persoalan jaminan kesehatan warga tidak dapat dihubungi sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *