Komunitas Relawan kesehatan Indonesia mengelar workshop untuk warga siaga.

Poros Nusantara,- Jakarta Utara| Relawan Kesehatan Indonesia (REKAN) menggelar Workshop Komunitas Warga Siaga (KWS) di Aula Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jalan Alur Laut No 7, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Sabtu, 12/06.

Tujuan workshop ini agar warga bisa mandiri saat ada masalah kesehatan dengan warga setempat, papar Tian, Ketua Kolektif Pimpinan Wilayah (KPW) REKAN DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan warga dari 24 RT di Jakarta Utara dan perwakilan warga dari enam RT di Kepulauan Seribu.

Komunitas Warga Siaga (KWS), lanjut Tian merupakan program yang kami bentuk di setiap RT. Jadi kami merekrut warga di RT tersebut. Setelah terbentuk wadahnya, lalu kami bangun komunikasi kesehatan dan partisipasinya.

Tian yang juga Koordinator Tim KWS (Komunitas Warga Siaga) menjelaskan, sehari-hari Rekan Indonesia melakukan advokasi terhadap warga yang terkendala dalam mengakses hak kesehatan. Contohnya, pada pelayanan kesehatan dengan kasus rujukan, kasus membutuhkan ruang high care, jaminan kesehatan dengan BPJS Kesehatan yang terkendala, atau pada saat membutuhkan transfusi darah.

“Solusi dari masalah-masalah kesehatan yang kami temukan di masyarakat, coba kami formulasikan dan terapkan di Komunitas Warga Siaga. Harapannya, Komunitas Warga Siaga ini minimal bisa menguatkan masyarakat dalam mengakses hak kesehatan,” tutur Tian.

Ali Maulana,Walikota administrasi Jakarta Utara dalam sambutannya mengemukakan bahwa Relawan Kesehatan Indonesia ini mengisi kekosongan tanggung jawab pemerintah di bidang kesehatan.

BACA JUGA  Ciptakan Rasa Aman Pada Masyarakat, Bhabinkabtibmas Polsek Tigaraksa Polresta, Ronda Malam Bersama Warga Binaannya

Menurutnya, banyak program kesehatan dari pemerintah tapi ada keterbatasan. Keterbatasan itu adalah kekosongan, kekosongan inilah diisi oleh teman-teman REKAN.

“Begitu ada emergency siapa yang mau ngurus ya?,
Kalau gak tahu, gak punya pengalaman, jalurnya gimana,? tanya Ali.

“Nah kekosongan inilah yg diisi teman-teman REKAN,” ungkapnya.

Ali mengingatkan agar tidak hanya membantu REKAN dengan mengucapkan terima kasih tapi memfasilitasi.

“Tidak bisa hanya mengandalkan REKAN. Kalau organisasi, butuh darah atau dana, REKAN, saya dengar itu swadaya, ungkap Ali dalam menyinggung keberadaan REKAN.

Ali turut mengapresiasi adanya workshop Komunitas Warga Siaga yang diadakan pada hari ini. Ia berharap, apa yang dilakukan oleh Relawan Kesehatan Indonesia bisa didukung juga oleh pihak swasta.

“Saya ucapkan terima kasih juga untuk Jakpro dan Migas Hulu Jabar ONWJ yang sudah berpartisipasi memberikan bantuan. Mudah-mudahan bisa terus memberikan pendampingan dan saya harap ada CSR-CSR dari pihak lain yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Ali

Ketua Nasional Rekan Indonesia, Agung Nugroho mengemukakan, melalui workshop ini warga berlatih bagaimana membangun KWS di lingkungan masing-masing.

KWS, imbuh Agung, merupakan wadah partisipasi aktif warga untuk ikut membangun indeks derajat kesehatan di lingkungannya. Nantinya warga akan melakukan pendataan mulai dari persoalan kesehatan, jaminan kesehatan, dan golongan darah.

BACA JUGA  Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia ( MA RI ) Prof Muhammad Syarifuddin Tepat Hari ini, Minggu 17 Oktober 2021, Berulang Tahun Yang Ke - 67

“Mereka juga akan diikutsertakan untuk membahas dan mencari solusi tentang persoalan kesehatan mulai dari persoalan DBD, TBC, hingga COVID-19 yang masih menjadi problem kesehatan di DKI,” kata Agung.

Harap Agung ketika KWS ini berjalan, warga bisa mandiri mengatasi persoalan kesehatannya dan bisa mencari solusi lalu bagaimana nanti menyambungkan problem kesehatan di lingkungan masing-masing.

Lurah Rawa Badak Selatan, Suhaeni, bersyukur dah berterima kasih atas kedatangan Walikota Jakarta Utara dalam acara workshop ini yang bertema ‘Membangun Preventif dan Promotif Kesehatan Berbasis Partisipasi Warga’

“Acara ini bagus, semoga kelurahan- kelurahan lain bisa mengikuti,” kata Suhaeni.

“Minimal bisa mengadvokasi diri mereka sendiri,” imbuhnya.

Salah satu materi workshop tersebut adalah bagaimana teknis kerja KWS di wilayah masing-masing yang di pimpin seorang koordinator, diawali dengan Inisiatif bentuk (minimal 10 org), bangun posko, sosialisasi KWS, rembug warga (pria/pasca pendataan), pendataan warga, lalu koordinasi antar instansi /pendamping yang memerlukan kontinuitas & konsistensi.

Dalam workshop ini hadir pula diantaranya Camat Koja Jakarta Utara, Ade Himawan, FKDM, Corporate Communications Manager PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Melisa Sjach; serta perwakilan CSR dari PT Migas Hulu Jabar ONWJ (Offshore North West Java).

Jamron, aktivis Jakarta Utara , salah seorang undangan yang turut hadir, memuji keberadaan REKAN dan punya pengalaman mendapatkan bantuan REKAN saat bapaknya masuk rumah sakit.

BACA JUGA  AMDAL BATANG BANGKO SULITI DIGARAP

“Bapak saya masuk rumah sakit jantung sedikit setengah koma tapi tidak dilayani dengan alasan covid dan lain sebagainya. Saya sudah berkoordinasi dengan dokternya tetapi tidak ditanggapi, nah ketika saya meminta bantuan dengan teman-teman REKAN, langsung mereka bergerak, ternyata memang ada SOP yang dilanggar oleh mereka (pihak rumah sakit),”beber Jamron.

Nurul Fitria Ketua Kolektif Pimpinan Daerah (KPD) Jakarta Utara bersyukur karena workshop ini berjalan lancar dan undangan pada titik KWS yang di ditentukan, hadir, diantaranya dari Kepulauan Seribu dan Kelurahan Rawa Badak Selatan.

Reporter : Jerry patty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *