Djasarmen Purba Ketua Umum MUKI: Warga Gereja Jangan Terburu-buru Keluarkan Pernyataan Tanpa Mengetahui Ranah Pelayanan PGI

Lalu bicara kasus Papua dan Poso, PGi turun langsung ke daerah tersebut bahkan Sekum PGI beberapa hari ini berada di Poso memberikan pendampingan dan support para korban. Tetapi itulah resiko sebuah perjuangan dan lihat saja bahwa kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

“Kalau MUKi mau membantu PGI sampaikan saja apa yang selama ini PGI sudah kerjakan”, ujarnya serius.

Sementara Djasarmen Purba ketika ditemui selepas bertemu dengan Pdt Gomar Gultom di kantor MUKI di gedung LAI menegaskan bahwa MUKI dapat memahami apa yang dilakukan PGI selama ini.
Karena apa yang dilakukan PGI sudah diatur dalam anggaran dasar – anggaran rumah tangganya. Artinya tidak boleh menyimpang.

Selanjutnya mengenai keberpihakannya kepada warga gereja seperti apa yang terjadi dengan GKI Yasmin Bogor, Jawa Barat, kasus teroris Poso Sulawesi Tengah dan Papua, PGI sudah berperan, dengan turun langsung dalam perjuangan bagi warga gereja bahkan saat ini Sekretaris Umum PGI masih ada di Poso untuk mendampingi para korban.

Terseret Bola panas TWK

Terkait adanya kritikan pedas ke PGI, Djasarmen melihat kalau ini lebih pada moment pernyataan PGI yang seolah-olah mendukung para penyidik KPK yang tidak lolos TWK. Padahal mengenai TWK ini masuk dalam ranah issue panas yang sedang sengit diperbincangkan.

Esensi yang mau disampaikan PGI sebetulnya adanya indikasi pelemahan KPK.
MUKI sangat mendukung kepedulian PGI terhadap pelemahan KPK tersebut.

Menurut Djasarmen, ini jadi pembelajaran bagi PGI di kemudian hari, agar tidak reaktif sehingga jadi viral menimbulkan polemik berkepanjangan dan tidak kondusif.
Seharusnya momen pernyataan tidak perlu terburu-buru mengeluarkan pernyataan sikap, apalagi masuk dalam ranah bola panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *