Pdt. Jason Balompapueng Ketua Umum PGPI : Terbuka untuk Berdialog Demi Kemajuan, Kerukunan dan Kesejahteraan Umat, Bangsa dan Negara.

Mendengar pandangan dan pendapat yang disampaikan oleh ketum PGPI dan jajarannya, Ketum Pewarna Yusuf Mujiono mengatakan bahwa, Pewarna Indonesia hadir untuk memberitakan kepada masyarakat luas. “Dengan pemberitaan oleh banyak media maka, publik dan bahkan pemerintah akan memberi perhatian” Jelas Yusuf. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pewarna Indonesia selama ini sudah menjalin hubungan baik dengan banyak pihak dan turut terlibat dalam pergerakan aksi sosial  dan aksi moral.

Beberapa pertanyaan dari Anggota Pewarna yang hadir dijawab dengan baik oleh ketum PGPI dan Jajarannya. Dialog kebangsaan berlangsung aktif dan hangat hingga pukul 15.30.

Berikut Ini 5 hal yang perlu diketahui oleh umat Kristen dan masyarakat luas untuk mengenal PGPI lebih dekat.

Pertama, PGPI adalah Organisasi Gereja / Lembaga Keumatan yang tidak terlibat dalam politik praktis. Tetapi harus hadir untuk melayani, membawa damai dan memberitakan Injil dalam dunia politik.

Kedua, PGPI adalah Organisasi Aras Gereja yang hadir dan membina hubungan yang baik dan mendukung semua pemerintahan yang sah, dimanapun, siapapun, dan apapun agamanya, untuk membawa suara kenabian bagi pemerintah dan bangsa ini.

Ketiga, PGPI adalah Organisasi Aras Gereja yang tidak terlibat dan tidak mau dilibatkan dalam dendam politik  ataupun  luka politik masa lalu, karena tugas Gereja adakah melakukan Firman Allah dalam Matius 5:44. Kasihilah Musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Keempat, PGPI adalah Organisasi Aras Gereja yang wajib untuk Menjadi Garam dan terang bagi bangsa ini, sebagaimana Firman Allah katakan dalam Matius 5:13-16.
Matius 5:13-16 (TB)  “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *