Pdt. Jason Balompapueng Ketua Umum PGPI : Terbuka untuk Berdialog Demi Kemajuan, Kerukunan dan Kesejahteraan Umat, Bangsa dan Negara.

Porosnusantara.co.id,- Ketua umum Persekutuan Gereja- Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Pdt. Jason Balumpapueng, bersama dengan unsur pengurus pusat PGPI menggelar dialog dengan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia yang di pimpin oleh Ketua Umum Yusuf Mujiono pada Rabu, (5/5) bertempat di Kantor Pusat PGPI, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Dialog bertajuk Warna Kebangsaan membicarakan beberapa isu-isu terkini dan apa yang menjadi visi, misi PGPI dan program kerja bagi umat khususnya serta masalah sosial kemasyarakatan pada umumnya.

BACA JUGA  Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Tembus Rp70.000 per Liter

Berbagai pandangan dan pendapat diutarakan oleh Ketum PGPI dan Jajarannya dalam dialog bersama PEWARNA INDONESIA yang hadir dalam dialog tersebut.

“Prinsipnya PGPI sangat concern dengan perkembangan situasi bangsa dan negara, namun untuk menyikapinya perlu hati2 dan bersandar pada fakta yang benar, ungkap  Pdt. Jason, yang didampingi pengurus Terasnya antara lain , Ketua Pdt. Dr. Eliver Rajagoekgoek dan Pdt. Dr. Sadikun Lie, Bendum Pdt. Drs. Hendra Gunawan, Sekertaris, Pdt. Jusuf Agustian MTh dan Pdt. Ir. Ronald Tampubolon.
Menurutnya hubungan baik dengan Pemerintah daerah juga harus dijaga dengan kemitraan sejajar dalam pembangunan mental/spritual.

BACA JUGA  MENGGALI ADAT DAN BUDAYA MINANGKABAU

Dalam kehidupan Berbangsa dan bernegara menurut Jason kita harus menjadi “Garam dan Terang”. Menjaga Kerukunan antar umat beragama dimulai dai lingkungan tempat tinggal dan dimanapun kita berada.

BACA JUGA  DPW MOI NTT Secara Tegas Menolak Munaslub yang Dinilai Merupakan Wacana Sesat.

Menyikapi Perkembangan Teknologi, Pdt Jason berpendapat bahwa teknologi mengakibatkan globalisasi berlangsung cepat dan interaksi aktip masyarakat Dunia.

Kehadiran Media Sosial (Medsos) seperti facebook, instagram dan seterusnya membuat hubungan antar manusia tanpa batas. Informasi dan komunikasi berlangsung cepat. Keadaan ini membutuhkan kesiapan umat menyikapinya secara bijak dalam terang kebenaran Firman Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *