oleh

KPK TIPIKOR MENYAYANGKAN,TERKAIT DIDUGA PEKERJAAN PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI PERMUKAAN TIDAK SESUAI SPEK

Porosnusantara co.id. Bekasi.

Proyek leningan drainase saluran air yang berlokasi didusun Kampung Pulo gelatik RT/RW 03/04 Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi ,Jawa barat dikerjakan kurang maksimal atau diduga tidak sesuai spek, pasalnya dari mulai proses penggalian bawah pun tidak dilakukan, Senin (6/5/2021) Siang.

Pekerjaan tersebut merupakan program percepatan pengikatan tata guna air irigrasi (P3-TGAI),-Pekerjaan : Peningkatan Jaringan irigrasi permukaan.
-Daerah irigrasi :Jati Luhur /SS.Sarengseng Hilir.
-No.Kontrak :HK.02.01/PPK OPSDA ll-Av/P3TGAl/172/2021.
-Ninal Bantuan: Rp.195.000.000
-Sumber Dana: APBN TA.2021.
-Waktu Pelaksanaan:77 Hari Kalender.
-Pelaksan : P3A Indah Karya Jaya Abadi
-Desa : Sukaindah.
-Kecamatan :Sukarya
-Kabupaten :Bekasi.

BACA JUGA  Bamsoet: Pemberdayaan Perempuan Bagian Peningkatkan Kualitas Generasi Bangsa

Sementara itu, Misnan Divisi Pengaduan Pencegahan dan Pengawasan KPK Tipikor Bakorwil Jabar 1 Provinsi Jawa Barat Mengatakan, Pekerjaan Drainase ini , yang di laksanakan oleh pelaksan P3A lndah Karya Jaya Abadi, namun diduga tidak sesuai spek.

“Pekerjaan leningan ini tidak sesuai spek, dan saya selaku Lembaga ,Pekerjaan P3A diduga kurang mutu dari segi pekerjaan. maupun dari ketinggian nya sepengetahuan saya dalam pemasangan batu harus di kasih pondasi dulu baru di pasang ketinggiannya sesuai yang telah ditentukan dan harus pakai cerucuk bambu yang bertujuan untuk lebih kuat lagi dalam penahan bebannya agar pemasangan batu tersebut kokoh”,Kata Misnan.

BACA JUGA  BAKSOS JELAJAH ALAM GUNUNG SLAMET DI DESA CLEKATAKAN

Divisi pengaduan pencegahan dan pengawasan KPK Tipikor bakorwil jabar 1 Misnan LLB bersama Team media ketika saat konfirmasi kepada pekerja proyek kegiatan tersebut, mereka bilang tidak tahu pengawasnya siapa,menurut Misnan LLB diduga terjadi adanya penyimpangan dalam pengerjaan,dengan maksud mencari keuntungan untuk memperkaya diri sendiri dengan cara merugikan uang negara”Jelasnya.

Lanjut Misnan, LLB,fakta di lokasi kegiatan pekerjaan yang sedang berjalan, pengerjaan dilakukan asal jadi seperti tidak dilakukan nya penggalian dasar untuk mengurangi volume ketinggian,adukan pemasangan batu tercampur dengan lumpur dan air pada saat dituang pemasang batu,tidak adanya cerucuk bambu sebagai penguat,boplang hanya dipasang sebelah dan ketinggian hanya mencapai 70cm,dari panjang 150 meter.

BACA JUGA  PHBN Pasaman Mengadakan Pawai Perjuangan Meski Diguyur Hujan

Divisi pengaduan pencegahan dan pengawasan KPK Tipikor Bakorwil Jabar 1 misnan,LLB mengatakan kepada awak media sungguh miris proyek kegiatan yang menggunakan anggaran negara begitu besar,dikerjakan dengan asal jadi tanpa memikirkan kualitas bangunan tersebut.

” Saya berharap kepada dinas terkait untuk segera melihat dan mengevaluasi kegiatan tersebut dan memeriksa seluruh pihak-pihak yang terlibat didalam proyek agar tidak terjadi adanya unsur dugaan korupsi yang bisa merugikan uang negara,”Pungkasnya.
(Carim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini