Satgas Anti Mafia Bola Tangkap 2 DPO Pengatur Skor Pertandingan Perses Sumedang vs Persikasi Bekasi

  • Bagikan

 

Jakarta, porosnusantara.co.id – Satgas Anti Mafia Bola berhasil menangkap 2 DPO berinisial KH dan HN, pengatur skor pertandingan Perses Sumedang melawan Persikasi Bekasi.

Kasatgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo mengatakan KH dari PSSI selaku perantara di tangkap di Bekasi sedangkan HN exco PSSI Jawa Barat di Tangkap di Menteng Atas, Jakarta Selatan.

“Pertandingan tersebut di atur sehingga dimenangkan oleh Persikasi Bekasi dengan skor 3-2. Laga digelar di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, 6 November 2019 lalu” ungkapnya.

BACA JUGA  Subdit Harda Polda Metro Jaya Tangkap Jaringan Mafia Tanah Pemalsu Dokumen

Selanjutnya HN exco PSSI Jawa Barat ditangkap sebagai perantara tersangka Bayu ditangkap pada 18 Februari 2020. Sedangkan tersangka KH dari PSSI berperan atas penunjukan wasit pertandingan ditangkap 19 Februari 2020.

Hendro menjelaskan pengaturan skor, berawal dari manajer klub Persikasi yang ingin menang pada pertandingan, agar klubnya naik kasta ke liga 2.

Sebelumnya, Satgas antimafia bola Polri membekuk 6 orang tersangka pelaku pengaturan skor atau match fixing dalam pertandingan sepak bola Liga 3, antara Perses Sumedang melawan Persikasi Bekasi.

BACA JUGA  TNI-Polri Bersinergi Bantu Masyarakat Dabo Singkep Di Tengah Wabah Covid-19

Keenam tersangka adalah DSP selaku wasit utama saat pertandingan. Kemudian tiga orang dari manajemen Persikasi Bekasi yakni BB, HR dan SHB, lalu MR sebagai perantara, serta DS selaku Komisi Penugasan Wasit ASPROV PSSI Jawa Barat. Mereka ditangkap di Bekasi secara berturut-turut pada 22 November 2019 lalu.

Terungkapnya pengaturan skor pertandingan, berawal dari hasil penyelidikan pihaknya serta informasi masyarakat dan tim satgas di lapangan yang turun ke TKP saat pertandingan digelar.

BACA JUGA  Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil Tangkap Pelaku Pembuat Masker Ilegal

“Dari sana diperoleh kesimpulan bahwa sudah terjadi pengaturan skor atau match fixing dalam pertandingan Perses lawan Persikasi, yang melibatkan pihak klub, wasit, dan PSSI. Oleh karena itu setelah pertandingan pada 6 November tersebut, kami melakukan penyelidikan, penyidikan dan gelar perkara,” kata Hendro.

Atas perbuatannya para pelaku pengaturan skor dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 11 tahun 1980 tentang Penyuapan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. ( DY/dc )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *