Mutasi di lingkungan Pemkab Wajo bergerak hari ini, ini kata Bupati Wajo.

Dikatakan juga kalau bagaimana dengan sinergitas, bagaimana nanti semua informasi satu saja tempat melalui smartphone atau melalui HP, sehingga bisa dapat informasi tentang Wajo, dan mau menuju ke situ, dimana harus mampu mengikuti irama ini, Karena kalau tidak mampu mengikuti irama ini maka akan pasti terjadi evaluasi.

“Yang terpenting adalah komitmen kita bersama-sama, besok kita hadirkan refleksi satu tahun pemerintahan kami, dan kita menjadi kabupaten percontohan dari PP 30 untuk menerapkan kinerja,” jelas Bupati Wajo.

Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE dalam sambutannya menyampaikan kepada para pejabat yang dilantik untuk ingat sumpahnya, jangan cuma diucapkan saja, tapi dihayati dan diamalkan untuk melayani masyarakat Wajo, dan yang ingin disampaikan di 2020 tantangannya sangat berat, terutama yang baru saja dilantik.

“Dinas PTSP ini pelayanan masyarakat, banyak SMS dan WA yang masuk atau telepon langsung ke kami perihal layanan ini, dengan dilantiknya para pejabat PTSP ini, kami harapkan layani masyarakat dengan baik, layani masyarakat dengan senyum, melayani masyarakat dengan hati jangan mempersulit masyarakat, sesuai apa yang digariskan Bapak Presiden kita untuk memberikan kemudahan-kemudahan,” kata H. Amran, SE.

Terutama masyarakat yang mau berinvestasi karena ini akan membuka lapangan pekerjaan, sehingga layanan kepada masyarakat harus dimaksimalkan, tinggalkan zona nyaman kerja, jangan hanya datang, duduk, diam, dengar, duit jadi tinggalkan semua itu.

“Layani masyarakat, utamanya kepada Lurah, Lurah adalah ujung tombak pemerintahan yang ada di Kelurahan, saya bersama Bapak Bupati menyampaikan bahwa “Tannia iya melo itettengi, tapi iya melo tettengi masyarakat Wajoe,” ungkapnya dalam bahasa bugis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *