Kita harus menutupi defisit 67 miliar di 2019, dan kita selamat menutup 67 miliar defisit kita, bahkan anggaran untuk infrastruktur dari tahun sebelumnya, sejumlah yang dianggarkan untuk dinikmati masyarakat,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.
Dikatakan juga kalau salah satu tujuan penataan organisasi sebagai bentuk komitmennya menjanjikan masyarakat, reformasi birokrasi adalah menata organisasi merampingkan organisasi, ini berat dan ini tidak main – main sampai sangat ekstrem, karena dari 39 OPD berubah menjadi 25 OPD saja, tetapi ini belum diketahui manfaatnya di belakang hari.
“Budget kita dengan reformasi birokrasi, dari perampingan ini kita bisa transfer biaya public kita, biaya pegawai, biaya birokrasi menuju ke biaya publik yang dinikmati langsung oleh masyarakat kita dan ini akan terasa selanjutnya,” kata Bupati Wajo.
“Saya berharap kepada saudara untuk memanfaatkan momen ini untuk berprestasi, tingkatkan kualitas diri, kualifikasi diri, tingkatkan kompetensinya, rawat terus trak rekord kita, agar saudara-saudara sekalian bisa mendapatkan peluang besar untuk mendapatkan jenjang-jenjang ini,” tambahnya.
Dikatakan juga kalau yang dibutuhkan di era milenial ini adalah era digitalisasi, informasi teknologi, kuasai bahasa, kuasai berbagai kompetensi, kalau mau berkarir, kalau mau maju, tidak ada pendekatan lain, ini yang mau ditekankan, apalagi kepada yang muda muda, dia berharap jadikan moment ini untuk berpacu diri meningkatkan kualitas diri.
“Etos kerja kita, kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas, munculkan ide, munculkan gagasan, munculkan kreativitas, munculkan inovasi baru agar saudara bisa diberi kesempatan, kalau perlu ada yang dibuat sebuah konsep,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.






