KUPANG.POROS NUSANTARA – Kadis Pertanian Dan Ketahanan Pangan NTT, Ir Yohanes Oktovianus, MM, mengajak warga untuk menanam kelor.
Tanaman Kelor atau Moringa Oleifera adalah tanaman dengan segudang manfaat.
Daun kelor dipercaya banyak orang sebagai bahan makanan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Saat ditemui Wartawati Poros Nusantara di Kupang, Minggu (23/2/2020) disebutkan bahwa perhatian Pemerintah NTT melalui Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan NTT, sangat tinggi.
Kadis Pertanian Dan Ketahanan Pangan NTT, Ir Yohanes Oktovianus, MM, tidak sekedar omong.
Dirinya turun lapangan menanam anakan kelor di atas lahan pertanian seluas 6 hektar di Naibonat Tuamese, Dusun Tulun, Desa Baumata Utara, milik Timotius Sanaunu.
Kegiatan penanaman simbolis dilakukan Kadis Pertanian Dan Ketahanan Pangan NTT, Ir Yohanes Oktovianus, MM, Sabtu (15/2/2020) lalu.
Menurut Yohanes, pengembangan kelor di NTT, mempergunakan 3 pola tanggung jawab, baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Pola pengembangan yang pertama adalah intiplasma. Intiplasma itu berupa meminta kesediaan mitra-mitra pengusaha.
“Contohnya, penyusunan untuk bisa membangun kebun kemudian masyarakat sekitarnya sebagai plasma artinya kita mengharapkan peran serta dari pada pengusaha,” jelasnya.
Pola pengembangan kedua, kata Yohanes, Pola pemberdayaan yaitu memberikan stimulan berupa biji marungga dab saran-saran lain tentang pengolahannya.
Dikatakannya, untuk pengolahan kelor ada 2 klaster yaitu : Pertama, Klaster biji dan kedua, Klaster daun. Klaster biji itu ditanam dengan jarak agak jauh yaitu 4×4 meter dan 2×4 meter tergantung dari situasi lapangan dan yang dipetik bijinya.
Klaster daun, jelas Yohanes, dengan jarak tanam 1×1 meter. Klaster daun ini juga dilengkapi dengan pengolahan hasilnya kalau sudah skala ekonomi.






