Poros Nusantara, Kabupaten Tanah Datar Sumbar – Balai Pelestarian Cagar Budaya Regional Sumbar, Riau dan Kepri yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar bidang Kebudayaan mengadakan pagelaran pameran kontemporer tentang cagar budaya di gedung nasional Maha Rajo Dirajo, selama empat hari berturut-turut. Ini adalah salah satu rangkaian bagian dari Festival Minangkabau. Seperti yang disampaikan oleh Yusuf, S.T selaku ketua panitia penyelenggara acara ini dan juga mewakili Kepala BPCB Regional dalam laporannya menyampaikan pesan bahwa tujuan dari pameran kontemporer ini adalah mengenalkan kepada kaum generasi muda apa itu cagar budaya dan bagaimana cara memeliharanya karena itu adalah harta yang tak ternilai bagi kita semua.
” Generasi muda harus tau apa itu warisan budaya benda yang merupakan salah satu aset dan harta yang tak ternilai harganya. Dari usia dini mereka harus kenal dengan benda-benda cagar budaya ini. Agar nantinya mereka bisa melestarikannya, merawat dan menjadikan ini kebanggaan bagi daerah masing-masing yang ada peninggalan cagar budayanya, khususnya Kabupaten Tanah Datar,” ujar Yusuf, Kamis(4/12) mengakhiri laporannya.
Riswandi, S.Pd., M. Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar dalam pidatonya berpesa bahwa kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi anak-anak kita kedepannya. Dalah satu tujuan kegiatan ini adalah bagaimana upaya kita kepada anak-anak kita untuk memberikan pemahaman tentang cagar budaya kepada generasi muda selanjutnya, terkait dengan visi menjadikan Tanah Datar yang madani, berbudaya serta dalam nilai-nilai adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Lalu misinya adalah meningkatkan pemahaman adat dan budaya. Semoga pameran ini memberikan banyak manfaat dan pemahaman bagi kita semua agar kedepannya kita bersama sama bisa menjaga, merawat dan melestarikan apa yang menjadi peninggalan dan warisan budaya yang tak ternilai harganya khususnya bagi generasi muda,” pungkas Riswandi.






