Rosyid mengatakan, awalnya di bulan Januari 2020 Komite Pedagang Pasar (KPP) akan sosialisasi dan mengajak pedagang dan masyarakat Indonesia, untuk membantu dan bergabung mendaftar menjadi Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko Pangan Kita (TPK) Mitra Usaha Bulog, dalam melakukan penjualan dan pemesanan barang langsung dari masyarakat lewat aplikasi Kepasar, selain itu akan ada aplikasi yang terbaru akan dibuat.
“Pemesanan jumlah besar untuk sementara dilakukan secara offline sampai 6 bulan ke depan, sambil menunggu aplikasi yang terbaru selesai pembuatannya untuk mudahkan penjualan jumlah besar, jika pedagang dan masyarakat se-Indonesia ingin bergabung penjualan produk-produk yang dimiliki Bulog, bisa langsung informasi dan pendaftaran untuk Provinsi dan Kota Kabupaten lainnya di luar Jakarta, ke Koordinator Nasional Usaha Komite Pedagang Pasar (KPP) Bapak Haji Soleh di nomor 081319526794. Awalnya akan kami mulai di wilayah DKI Jakarta yang dikoordinir Bapak Rudy untuk informasi di nomor 081283270241,” kata Rosyid.
Dilokasi yang sama, Kepala Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten Fahrurozi, berharap kerjasama dengan Komite Pedagang Pasar (KPP) dapat dilakukan secepatnya. Fahrurozi menilai Komite Pedagang Pasar (KPP) memiliki jaringan di pasar, yang tentunya dapat memasarkan produk bulog dengan mudah.
“Dengan rencana kerjasama ini kami harap komoditas kami makin dikenal publik,” ujarnya.
Dengan dikenalnya komoditas produk milik Bulog di masyarakat, maka dirinya berharap fungsi pengendalian harga bisa berjalan dengan baik.
“Sehingga masyarakat yang kurang mampu juga bisa menikmati beras yang layak,” tegasnya.
Diketahui selain beras, Perum Bulog juga memiliki komoditas lain seperti Daging, Tepung terigu, minyak goreng dan lain-lainnya.






