DitresNarkoba PMJ Ungkap Pengedar Jaringan Lapas di Bandung

  • Bagikan

 

Poros Nusantara, Jakarta – Bisnis narkoba dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terungkap lagi. Kali ini Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya memutus jaringan bisnis barang laknat itu sekaligus mengulung 10 pengedarnya yang dikendalikan dari Lapas Garut dan Banceuy, Bandung, keduanya di Jawa Barat.

Satu tersangka antaranya sempat mengancam nyawa petugas Ditserse narkoba dengan senjata rakitan. Namun, timah panas peluru petugas lebih dulu menembus tubuhnya hingga nyawanya melayang.

Semula polisi berusaha menangkap TR, Taufik Rahman, dalam pengembangan kasus di rumah kontrakan bedengan, samping Jakarta Garden City Boulevard, kawasan Cakung, Jakarta Timur. Namun, sebagaimana keterangan petugas, TR sudah tewas kena timah panas meskipun sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

BACA JUGA  Dua Anggota DPRD Ditangkap Satreskrim Polres Jakarta Pusat Terkait Narkoba

Satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver dengan enam butir peluru menjadi barang bukti. Sedangkan narkoba yang disita adalah 110,3 gram ineks dalam bentuk pecahan, jenis “hello kitty” dan tulang, sabu seberat 3,284 gram dan 10 kilogram ganja kering.

Proses penangkapan para tersangka berlangsung antara 15-20 Desember 2019. “Ternyata jaringan ini dikendalikan dari Lapas di Jawa Barat. Ada 10 tersangka yang sudah kita amankan, di antaranya telah dilakukan tindakan yang terukur dengan menembak salah satu pelaku berinisial TR (37),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Minggu, 22/12/19.

BACA JUGA  SDN 01 BENGKUL Sudah Sangat Memprihatinkan Ancam Keselamatan Murit

Para tersangka lainnya diketahui berinisial AS, 24; MRM, 30; DA, 36; YR alias Black, 36; J, 27. Yang lain, YCL, YSB, AB dan H belum diketahui usianya.

Namun, YCL dan H merupakan residivis dalam kasus narkoba yang telah menjalani masa tahanan di Lapas Garut, Jawa Barat. Sedangkan YSB dan AB merupakan residivis Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat.

Jaringan ini, kata Yusri, beroperasi di Jakarta dan Jawa Barat untuk mengedarkan narkoba laknat itu. Dari keterangan petugas, para pengedar ditangkap di berbagai kawasan, antara lain Kemayoran, Jakarta Pusat, Kota Bandung, Lapas Banceuy dan Lapas Garut.

BACA JUGA  Kecamatan Cabangbungin Gelar upacara HUT Rl Ke - 75, berjalan sukses.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar( dwi cahyono)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *