Poros Nusantara, Kepulauan Obi – Lagi-lagi terjadi kelangkaan BBM di Pulau Obi kabupaten Halmahera selatan, dengan sulitnya masyarakat Obi mendapatkan BBM, akhirnya masyarakat mendatangi pemerintah kecamatan di Kecamatan Obi Induk, kedatangan mereka langsung di sambut oleh Camat kecamatan Obi Induk bapak Abukarim latara S.IP
Dalam pertemuan itu turut di undang
para Muspika, Danramil Obi dan Wakapolsek Obi, Camat menjelaskan mengenai mekanisme bahwa SPBU di beri kuota dari pertamina yaitu jenis premium 90 ton, solar 20 ton dan minyak tanah 20 ton, tidak ada istilah melayani jirigen atau botol, dan SPBU siap melayani masyarakat setempat
Danramil Obi juga menjelaskan bahwa SPBU yang ada di Obi harus maksimal melayani masyarakat setempat, apalagi notane masyarakat Obi ini bermata pencaharian nelayan, Danramil menghimbau agar SPBU tidak menyalahgunakan izin yang di berikan dengan mengalihkan penjualan minyak jenis solar dan premium ke perusahaan yang ada di sekitar Obi karena ini minyak bersubsidi, yang berarti untuk masyarakat yang kurang mampu.
Kepala desa Jikotamo Hamid ode umar bertanya dalam pertemuan itu, apakah kuota premium yang 90 ton itu di jual ke seluruh Obi atau gimana, Camat menjelaskan bahwa yang 90 ton premium ya harus di jual ke seluruh masyarakat Obi Induk, lain hal dengan SPBU Jikokahe karena itu ijinya untuk Obi Selatan, itupun sama kuotanya 90 ton premium, solar 20 ton dan minyak tanah 20 ton.
Sementara hampir 9 tahun pihak SPBU menyalagunan ijin yang diberikan oleh Pertamina dengan menjual BBM subsidi ke pihak lain (bukan Kepada masyarakat), karena hal inilah terjadi kelangkaan BBM semua jenis di tengah masyarakat selama kurang lebih 9 tahun, hal ini sudah barang pasti menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat di pulau yang kaya akan nikel ini, seharusnya pihak Pertamina sudah harus melakukan pengawasan terhadap SPBU-SPBU yang nakal, jika terbukti minyak bersubsidi ini disalahgunakan mestinya Pertamina harus menyetop suplai BBM.






