Pemerintah, katanya, mendukung dan mensupport kelompok-kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan enterpreunership. Diharapkan, kelompok-kelompok ini dapat berkumpul dalam wadah Koperasi supaya memiliki dayasaing yang kuat dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih bagus. Pemerintah akan memberikan pendampingan, pelatihan, akses pembiayaan, dan pemasaran.
Ketua Divisi Ekonomi Pesantren Idrisiyah, Ahmad Tazzaka Bonanza yang juga deklarator SEP mengatakan, umat Islam khususnya pesantren memiliki potensi yang besar dalam membangun ekonomi umat. Hanya saja potensi itu masih belum tergali dan hanya beberapa pesantren saja yang bisa bangkit dan mengembangkan ekonomi umat.
“Kami semua sepakat untuk berhimpun dan menyamakan tekad untuk bergerak di bidang ekonomi. Ruhnya satu, bagaimana ekonomi umat bisa maju dan pesantren menjadi motor penggeraknya,” tutur Ahmad.
Ia menyebutkan, saat ini Pemprov Jabar sudah membuat program yang luar biasa dalam menghidupkan gerakan ekonomi pesantren melalui program one pesantren one produk (OPOP). Ada lebih dari 1.000 pesantren di Jabar yang terpilih untuk ikut program tersebut. Dari sektor usaha yang berbeda-beda harus disatukan dalam sebuah wadah agar menjadi kekuatan besar.
SEP, kata dia menjadi rumah ekonomi bersama semua pesantren yang tujuannya untuk membangun ekonomi umat. Pesantren tidak hanya menjadi produsen saja tetapi juga bisa menjadi pemilik usaha yang di akhir tahun bisa mendapatkan keuntungan.
“Bagaimana pesantren ambil bagian sebagi pemilik serikat itu sendiri bukan sebagai kapitalisme pesantren. Dan nantinya dibikin induk Koperasi dan semua pesantren bisa memiliki koperasi untuk kemakmuran pesantren,” ujarnya. (Mr)






