“Salah satu kontribusi kami adalah dalam pencegahan stunting dengan menitikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi yaitu faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan, khususnya akses terhadap pangan bergizi (makanan)” ungkap Ketut.
Sementara, pada acara penyerahan bantuan, Makmun, Kepala Sub Direktorat Unggas dan Aneka Ternak, Ditjen PKH membacakan sambutan mewakili Dirjen PKH yang menyampaikan pesan agar ternak babi ini dijaga dan dipelihara dengan baik agar terus berkembang biak untuk kesejahteraan masyarakat papua. Dia juga mengharapkan kepada Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nduga untuk terus membimbing para peternak babi agar bisa memeliharanya dengan baik.
“Saya berharap ternak babi ini dapat dipelihara dengan baik, dan secara rutin dilaporkan perkembangannya kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan” tambahnya.
Sebelumnya, pada tahun 2018, Ditjen PKH juga telah menyalurkan bantuan babi ke Provinsi Papua dengan rincian Kabupaten Jayawijaya sebanyak 100 ekor, Lani Jaya 40 ekor, dan Tolikara 60 ekor. Adapun untuk Provinsi Papua Barat sebanyak 320 ekor dengan rincian untuk Kota Sorong 120 ekor, Kabupaten Sorong 95 ekor dan Manokwari 105 ekor.
Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian dan Dirjen PKH atas perhatian dan bantuannya untuk Nduga. Bantuan ternak babi ini sangat digemari oleh masyarakat Papua seperti yang kita lihat siang hari ini.
“Masyarakat Nduga sangat antusias untuk beternak babi, karena memang sudah turun temurun dilakukan dan babi sangat diperlukan untuk keperluan upacara adat dan pengembangan ekonomi masyarakat” pungkasnya.






