Percepatan Danau Toba Menjadi Destinasi Wisata Dunia

Seperti membangun homestay, penyewaan alat transportasi dan lain nya.Dan di antara sesama masyarakat jangan pernah ada rasa iri dengki. Percepatan ini memang tidak bisa di tunda lagi karena danau toba sendiri telah lulus Geopard di dewan dunia PBB.

Jadi jangan adalagi keengganan untuk membangun. Saat Selesai acara Bapak Edison Manurung mengaku bersyukur penandatanganan deklarasi bisa berjalan lancar, tampak dari antusias yang berapi api dari para undangan.

Dia mengatakan, Ini menandakan ada kerinduan dari marga – marga orang Batak agar ada percepatan pengembangan Danau Toba menjadi destinasi wisata dunia di era pemerintahan bapak Presiden Jokowi,” ujar nya.

Bapak Edison yang juga mantan Ketua DPP KNPI mengatakan, orang Batak mengharapkan kemajuan Danau Toba harus diimbangi dengan penguatan adat. Pengembangan Danau Toba tidak boleh ada pemaksaan terhadap masyarakat di sana, melainkan melalui sentuhan budaya, spirit gotong royong, dan kearifan lokal. Bisa saja digunakan budaya Dalihan Na Tolu yang menjadi filosofi budaya orang Batak,” urainya.

” Ditambahkannya, usai acara ini KDT merencanakan menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan hasil deklarasi, sekaligus aspirasi dari marga-marga orang Batak. Hal ini akan lebih memantapkan langkah Jokowi dalam membangun Danau Toba. Sementara itu, Martua Situngkir Ketua Panitia Deklarasi mengatakan, keinginan Presiden Jokowi membangun Danau Toba haris direspon positif oleh kalangan marga – marga orang Batak.

” Mari kita bangun sinergi untuk mendukung visi Presiden Jokowi bagi Danau Toba,” imbau Martua.

Sementara itu, Sahat Silaban Anggota DPR RI dapil Sumut 2 menambahkan, perbaikan infrastruktur sebagai akses ke Danau Toba tidak bisa ditawar lagi karena itu menjadi pintu masuk mengalirnya wisatawan ke daerah tersebut. Baik Sahat maupun Martua berharap, setelah acara ini, bisa ditindaklanjuti dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman. Hal tersebut diaminkan oleh bapak Edison yang mengatakan, pihaknya akan turun ke kawasan Danau Toba pada 13 Oktober 2019. ” Kami disana akan mengumpulkan para kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk bisa diberikan sosialisasi mengenai Danau Toba mendunia,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *