Percepatan Danau Toba Menjadi Destinasi Wisata Dunia

  • Bagikan

Jakarta, Poros Nusantara – Aula GWS di area kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur, ramai di hadiri oleh ratusan tokoh Batak dalam rangka mendeklarasikan dukungan terhadap Pengembangan Pariwisata Danau Toba Mendunia.

Acara yang berlangsung pada Minggu (29/9) tersebut, menyatakan dukungan untuk percepatannya seluruh Undangan yang hadir ikut memberikan aspirasi dari tiap marga – marga Batak yang sejatinya adalah penduduk asli di kawasan Danau Toba.

Turut hadir dalam acara yang di prakarsai oleh Komite Danau Toba (KDT) ini, hadir sejumlah tokoh Batak diantaranya, Panda Nababan, Saidi Butarbutar, Sahat Silaban, Edison Manurung, Martua Situngkir, para bupati di sekitar Danau Toba, tokoh agama, tokoh adat, dan sebagainya.

Pihak Badan Otorita Danau Toba (BODT) turut hadir memberikan penjelasan mengenai rencana pengembangan Danau Toba menjadi destinasi wisata dunia. Saat Mantan Gubernur Sumatera utara Nurhazizah marpaung memberi sambutan dia mengatakan, kita harus tetap terus mendukung percepatannya walaupun kita lihat ini sudah sangat terlambat. Namun bukan berarti hilang harapan. Kita masih tetap terus melaju. Dia menganjurkan saat melaksanakan nanti jangan pernah lupa untuk melibatkan masyarakat lokal, mereka jangan di tinggalkan.

BACA JUGA  Aksi Kapolsek Rela Duduk Bersimpuh dan Memohon ke Kelompok Massa agar tidak Main Hakim Sendiri

Dengan mengangkat budaya dari kabupaten masing – masing, seperti membangun rumah contoh adat, tradisi karena pendekatan yang kita lakukan selama ini belum mengenai sasaran, masyarakat belum menjadi fokus pembangunan.

Harusnya melibatkan adat, tokoh gereja, masyarakat umum, para pemuda setempat, memberdayakan modal yang mereka miliki untuk bersatu membangun aset – aset pariwisata agar pemudanya memiliki pengasilan dan merasa di berdayakan.

Seperti membangun homestay, penyewaan alat transportasi dan lain nya.Dan di antara sesama masyarakat jangan pernah ada rasa iri dengki. Percepatan ini memang tidak bisa di tunda lagi karena danau toba sendiri telah lulus Geopard di dewan dunia PBB.

BACA JUGA  Koramil Batom Bersama Masyarakat Sergap Dua Anggota KSTP Kelompok Ngalum Kupel

Jadi jangan adalagi keengganan untuk membangun. Saat Selesai acara Bapak Edison Manurung mengaku bersyukur penandatanganan deklarasi bisa berjalan lancar, tampak dari antusias yang berapi api dari para undangan.

Dia mengatakan, Ini menandakan ada kerinduan dari marga – marga orang Batak agar ada percepatan pengembangan Danau Toba menjadi destinasi wisata dunia di era pemerintahan bapak Presiden Jokowi,” ujar nya.

Bapak Edison yang juga mantan Ketua DPP KNPI mengatakan, orang Batak mengharapkan kemajuan Danau Toba harus diimbangi dengan penguatan adat. Pengembangan Danau Toba tidak boleh ada pemaksaan terhadap masyarakat di sana, melainkan melalui sentuhan budaya, spirit gotong royong, dan kearifan lokal. Bisa saja digunakan budaya Dalihan Na Tolu yang menjadi filosofi budaya orang Batak,” urainya.

” Ditambahkannya, usai acara ini KDT merencanakan menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan hasil deklarasi, sekaligus aspirasi dari marga-marga orang Batak. Hal ini akan lebih memantapkan langkah Jokowi dalam membangun Danau Toba. Sementara itu, Martua Situngkir Ketua Panitia Deklarasi mengatakan, keinginan Presiden Jokowi membangun Danau Toba haris direspon positif oleh kalangan marga – marga orang Batak.

BACA JUGA  Pengusaha Terlambat Bayar THR Bisa Berujung Pidana

” Mari kita bangun sinergi untuk mendukung visi Presiden Jokowi bagi Danau Toba,” imbau Martua.

Sementara itu, Sahat Silaban Anggota DPR RI dapil Sumut 2 menambahkan, perbaikan infrastruktur sebagai akses ke Danau Toba tidak bisa ditawar lagi karena itu menjadi pintu masuk mengalirnya wisatawan ke daerah tersebut. Baik Sahat maupun Martua berharap, setelah acara ini, bisa ditindaklanjuti dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman. Hal tersebut diaminkan oleh bapak Edison yang mengatakan, pihaknya akan turun ke kawasan Danau Toba pada 13 Oktober 2019. ” Kami disana akan mengumpulkan para kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk bisa diberikan sosialisasi mengenai Danau Toba mendunia,”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *