oleh

Kades Wayaloar Keluhkan Sikap Perusahaan Kayu PT. Telaga Bakti Persada

Labuha, Poros Nusantara (senin 27/10/2019) lagi – lagi para pihak Investor yang ngaku akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat jika hasilnya diolah.

Kepala Desa Wayaloar (Zet Daeng) Kecamatan Obi Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara melalui via telp seluler kepada media Poros Nusantara sikap perusahaan kayu PT. Telaga Bakti Persada yang tidak pernah memberikan fee/kontribusi Desa kepada Desa yang menjadi ring satu dan ring dua di pulau Obi Kabupaten Halsel.

menurutnya, perusahaan kayu PT. Telaga Bakti Persada beroperasi sejak tahun 70-an hingga saat ini, setelah dia dilantik jadi Kades Wayaloar tahun 2017, masyarakat Desa Wayaloar mempertanyakan keberadaan perusahaan kayu tersebut, sehingga Kades langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Polsek Obi Selatan, menyurati pihak perusahaan untuk duduk bersama membahas kehadirannya di pulau Obi, pihak perusahaan tidak hadir malah mengundang pihak pemerintah desa, Kecamatan dan Polsek Obi Selatan dalam pertemuan itu di area perusahaan ditemui langsung oleh manager camp bpk Agus menjelaskan bahwa tidak ada aturan yang mengatur tentang fee atau kontribusi kepada desa, dalam kesempatan itu pihak meneger menyuruh pemerintah desa buat proposal agar di perjuangkan, kemudian Kades dengan wibawah menanggapi bahwa perusahaan beroperasi didaerah/wilayah teritorialnya mengambil hasil kayu trus meminta buat proposal itu sama dengan menyuruh pemerintah desa untuk mengemis, tuturnya.

BACA JUGA  Dansatgas TMMD Ke 104 Kodim 1708/BN Bangga Lembur Kerja Lembur Malam & Kondisi Hujan

masyarakat setempat khususnya di dua desa tetangga yakni Desa Wayaloar dan Desa Soligi tidak pernah merasakan adanya kepedulian pihak perusahaan terhadap Ekonomi setempat. setiap kali pengapalan (kayu log dijual ke jawa) menggunakan kapal yang berkapasitas 2000 – 3000 Greet Ton pihak perusahaan tidak pernah memberikan fee terhadap Desa yang terdampak.

BACA JUGA  Pemerintah Kabupaten Pelalawan Menyerahkan Bantuan Paket Beras Kepada 134 ODP

beliau juga menambahkan setiap tahun masyarakat di kedua Desa tersebut harus menerima nasib datangnya banjir bandan karena kayu – kayu yang berada dipinggiran sungai sudah dibabat habis oleh perusahaan ini. tidak sedikit korban material (pohon kelapa, pohon pala dan pohon coklat) hanyut terbawah banjir.

salah satu toko masyarakat Rudi Ali demikian sapaan akrabnya, menceritakan mengenai kehadiran perusahaan kayu PT. Telaga Bakti Persada di Pulau Obi ini tidak berdampak sama sekali terhadap kesejahteraan masyarakat setempat, dia geram melihat ulah perusahaan tersebut yang mengambil kayu sejak tahun 70-an hingga saat ini saya belum mendengar pihak perusahaan datang ke desa – desa yang berdampak memberikan fee/kontribusi kalau kerugian ya kami yang merasakan, akhir – akhir ini sedikit aja hujan pasti banjir.

BACA JUGA  Bupati Konsel Tinjau Pesantren Tangguh Covid-19 Gontor Putra Mowila.

Kepala Desa berharap agar Pemerintah Provinsi dalam hal Gubernur dan Pemerintah Kabupaten (Bupati) segera mengambil langkah konkrit untuk memanggil para pihak (pihak perusahaan dan pihak Kepala Desa) untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan dan menyampaikan aturan mainnya, ( karena manager camp sudah menyatakan bahwa itu tidak ada aturan yang mengatur) jangan sampai masyarakat sudah mengambil jalan pintas baru pemerintah bergegas turun tangan, tuturnya.

Media Poros Nusantara mencoba menghubungi Kementerian Kehutanan terkait masih beroperasinya perusahaan kayu PT. Telaga Bakti Persada di pulau Obi namun belum ada jawaban. sampai berita ini di turunkan pihak perusahaan masih melakukan kegiatan pengapalan ( kayu – kayu log di angkut pakai kapal ke besar di jual ke jawa)

(Tim Invetigasi Poros Nusantara )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini