Grand Design Sayuran dan Tanaman Obat Indonesia Perkuat Daya Saing Produk Hortikultura

 

Poros Nusantara – Produk hortikultura Indonesia harus mampu bersaing di pasar nasional sekaligus internasional. Era globalisasi menuntut daya saing produk yang mampu memenuhi kebutuhan sepanjang masa. Pemerintah diharapkan lebih peka terhadap tantangan yang menghadang hortikultura Indonesia. Salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut adalah penyusunan grand design hortikultura berbasis korporasi. Program pengembangan sayuran dan tanaman obat ini dengan membangun sinergitas antar instansi dan lembaga seperti perguruan tinggi, lembaga penelitian, pelaku usaha untuk menghasilkan produk hortikultura yang berdaya saing.

“Grand design hortikultura berbasis korporasi ini merangkul berbagai elemen yang memiliki keunggulan masing-masing untuk memproduksi hortikultura Indonesia menjadi kesatuan yang utuh,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Pria yang akrab dipanggil Anton ini menekankan pentingnya menetapkan target ke pasar ekspor meskipun tantangannya tidaklah mudah. “Tantangan ini harus dianggap sebagai nutrisi bagi segenap  stakeholder nasional untuk peduli terhadap produk hortikultura dalam negeri,” paparnya.

Dirinya meyakini  grand design  kawasan hortikultura merupakan solusi membangun hortikultura. Jika dijalankan dengan maksimal, program ini dapat mengangkat citra dan daya saing hortikultura Indonesia agar sejajar dengan produk negara lain.

Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman menjelaskan bahwa untuk menghadapi tantangan stabilisasi pasokan maupun harga petani perlu meningkatkan standar mutu. Indonesia sudah dapat menghasilkan cabai dan bawang merah secara berkelanjutan. Ke depan perlu meningkatkan peran komoditas lainnya untuk mencapai swasembada dan meningkatkan ekspor di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *