Dalam kesempatan itu, Pamuji Lestari juga mengatakan bahwa di pertengahan November nanti, Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK bakal menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Badan Pengelola Ombilin di Sawahlunto. Direncanakan akan diundang Kementerian, Lembaga sampai BUMN dan institusi terkait lainnya untuk menyamakan persepsi dan membagi peran serta fungsi.” Di rakor itu nanti akan semakin kita perjelas dan kita pertegas siapa mengurus apa. Awalnya kita mau adakan rakornya di Jakarta, tapi setelah saya langsung melihat suasana di Sawahlunto ini, wah bagus sekali langsung di Sawahlunto ini saja rapatnya,” kata Tari.
Menanggapi dukungan dan rencana penyelenggaraan Rakor oleh Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta,SH. menyambut antusias. Disebutkan Deri, pihaknya siap untuk menjadi tuan rumah rakor yang rencananya bakal dihadiri lebih dari seratus undangan dari pemerintah pusat dan provinsi itu.” Memang ini yang kita tunggu dan menjadi kunci dari maksimal dan efektifnya kinerja kami dalam menindaklanjuti status warisan budaya dunia dari UNESCO ini. Yaitu dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi ini. Kalau tidak diback up seperti ini, kami jelas tidak optimal. Karena kan secara APBD saja sudah terbatas, kemudian aset terkait itu kan 80 persen lebih milik BUMN, yakni PT. Bukit Asam dan PT. Kereta Api Indonesia,” ujar Deri.
Penyelenggaraan rakor di ‘Kota Arang’, kata Deri juga menjadi peluang emas bagi kota itu untuk mempromosikan diri pada para tamu undangan yang hadir nanti.” Semoga dengan diselenggarakan langsung di Sawahlunto. Menyebabkan peserta melihat langsung Sawahlunto seperti apa, sehingga nanti kebijakan dan tugas yang dijalankan hasil dari rakor itu semakin maksimal,” harap Wako Deri Asta.






