Poros Nusantara, Padang Sumbar – Balitbang Kementerian Pertanian, melalui Balit Buah dan BPTP Sumbar, mengembangkan Cluster berbasis diversifikasi komoditas pangan, berupa tanaman sukun di kota sawahlunto, pemilihan komoditas pangan alternatif berupa tanaman sukun dilakukan berdasarkan spesifikasi kesesuaian lahan.
2000 batang bibit tanaman sukun diserahkan kepada pemerintah kota sawahlunto yang diterima Walikota Sawahlunto untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat dan kelompok tani. Acara serah terima benih sukun dilanjutkan dengan penanaman perdana bersama Walikota Sawahlunto beserta ketua DPRD, kepala Bank Mandiri, dan pemuka masyarakat lainnya
Kegiatan ini diharapkan mampu mengantisipasi kerawanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan bioindustri berbasis sukun sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah menyampaikan bahwa sukun merupakan salah satu komoditas sumber karbohidrat untuk diversifikasi pangan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beras. Sukun mengandung vitamin dan mineral yang lebih lengkap daripada beras dengan kalori yang lebih rendah . Dalam 100 gram buah sukun terkandung 108 kalori, sedangkan beras 349 kalori. Hal ini menjadikan sukun sangat cocok untuk keperluan diet.
Pencanangan Nagari Sukun di Kota Sawahlunto ini disambut antusias oleh Pemerintah kota dan anggota masyarakat katena sejalan dengan program Kota Sawahlunto dalam memajukan sektor pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakat. Lahan pertanian seluas 70% di kota Sawahlunto yang masih kosong diharapkan bisa menjadi lahan produktif dimasa yang akan datang, demikian disampaikan oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta, SH saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.
Pada kesempatan ini Balitbangtan juga menampilkan berbagai produk olahan sukun mulai dari tepung, nasi goreng sukun, mie, brownies, keripik, olahan basah dan kering untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah produk sukun. Dukungan semua pihak sangat diharapkan dalam keberhasilan budidaya dan pengembangan agribisnis sukun didaerah ini. Diharapkan dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan kota Sawahlunto akan menjadi salah satu sentra produksi sukun di Indonesia.






