Lagi, Kementan Ekspor Manggis ke China

Direktur PT. Bumi Alam Sumatera, Bayu Veski mengaku sangat antusias dan senang dengan komitmen Kementan mendorong ekspor manggis. Menurut Bayu, saat ini kebun manggis milik kelompok tani yang memasoknya sudah banyak yang mengantongi sertifikat registrasi kebun GAP (Good Agricultural Practices)  dari dinas pertanian setempat.

“Serifikat GAP tersebut ternyata sangat bermanfaat karena produk manggis petani jadi mudah dipasarkan terutama untuk ekspor,” tambah Bayu.

Bayu menyebutkan harga juga bagus, di kisaran Rp 18 – 21 ribu per kg. Dirinya meyakini apabila harga terus stabil, petani tentu akan lebih bersemangat lagi merawat kebunnya.

Data BPS mencatat terjadi kenaikan nilai ekspor manggis sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai US$32,3 ribu atau naik 58,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya US$20,4 ribu. Volume ekspor manggis segar sepanjang 2018 sebanyak 38,8 ribu ton, melonjak 324 persen dibanding 2017 yang hanya 29,7 ribu ton.

Rata-rata ekspor manggis mencapai 3.200 ton setiap bulan berasal dari sentra-sentra utama seperti Agam, Pasaman, Limapuluh kota, Subang, Sukabumi dan sebagainya. Manggis banyak diminati Hongkong, China, Australia, Malaysia, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Perancis, Belanda dan negara-negara di Timur Tengah serta Eropa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *