Kementan Dukung Kota Mataram Kembangkan Kawasan Sayuran Perkotaan

“Melalui asosiasi, posisi tawar petani lebih kuat dan pengaturan pola tanam menjadi lebih tertata. Saya sedang mencoba terobosan baru dengan mendirikan pasar lelang cabai. Saat ini sudah beroperasi seminggu sekali dengan kapasitas cabai 500 kg sekali transaksi,” kata Japri.

Pada kesempatan ini Japri menunjukkan lokasi pengembangan kawasan bawang merah milik kelompoknya. Lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sakarbela, Kota Mataram dalam waktu dekat akan menanam bawang merah varietas sanren dan lokananta. Japri menggunakan benih asal biji karena biaya produksi lebih murah meski waktu panen sedikit lebih lama.

“Besar harapan kami agar kelompok perkotaan terus mendapatkan fasilitasi pengembagan kawasan baik dari APBN ataupun APBD, sehingga kita bisa mandiri cabai dan bawang merah,” ujar Japri penuh harap.

Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman ketika dihubungi membenarkan bahwa pemerintah mendukung pengembangan sayuran perkotaan. Program ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur atau kurang produktif menjadi lahan menghasilkan.

“Pada 2019, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan pengembangam kawasan cabai rawit seluas 30 hektare, cabai besar 20 hektare dan bawang merah 5 hektare di Kota Mataram. Seluruhnya sudah tertanam dengan baik,” pungkas Sukarman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *