Sementara salah satu peserta Bimtek Kasi Pengembangan SDM Dinas Koperasi Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau Budi Sulistiyo mengungkapkan, persoalan koperasi di berbagai daerah hampir sama, yaitu keterlambatan RAT, aktivitas yang sudah tidak ada maupun keberadaannya tidak diketahui. “Bimtek ini sangat positif buat kami, mekanisme penanganan masalah di lapangan jadi jelas, kami jadi paham langkah yang akan kami lakukan,” paparnya.
Di Rokan Hilir kini ada 362 koperasi, yang dalam tahap pembinaan intensif 50 koperasi. Ke depannya Budi berharap supaya sering-sering dilakukan acara semacam ini supaya berjalan secara berkesinambungan. (Red)






