Nur Oktaviandini, Mahasiswi tingkat akhir Faperta Universitas Riau, menuturkan, sungguh bersyukur dapat berkesempatan bertemu kembali dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, setelah pertemuan pertama, saat Mentan memberikan Kuliah Umum di Unri 2 tahun lalu ujar Nur Oktaviandini, yang sering disapa Dini.
Dini, menyampaikan beberapa poin penting yang dapat diambil hikmanya setelah bertemu mentan, dulu kami melihat seakan “Pak Amran” ini Arogan, dan Egois, kita harus belajar 20 jam, harus bisa tidak meminta jajan sama Orang Tua, bahkan harus memberi penghasilan kita ke Orang Tua walau masih study, dulu ketika mendengarnya, kami hanya tersenyum kecut, namun setelah merenungkan apa yang disarankan Mentan, akhirnya di kampus, kami melakukan diskusi dan mengikuti saran beliau. Luar biasa, satu persatu kami dari fakultas pertanian Unri, mulai mengakui apa yang di ucapkan Andi Amran Sulaiman, sungguh benar, tidak ada yang tidak mungkin, sulit pasti, ini selalu saya ingat tutur Dini.
Kami sekarang menggarap 60 hektar lahan bekerjasama denga Pemkot Pekan Baru, Cabai, Sayur Mayur, Kopi dan Kakao, menjadi komoditas andalan kelompok kami, hingga saat ini kami sudah memanen beberapakali tanaman cabai, makanya kami tadi sangat bersyukur mendapat bantuan bibit hortikultura, perkebunan dan traktor roda 4, terimakasih untuk bapak menteri yang menjadi sumber inspirasi kami, pungkas Dini, selain dini kita juga dapat menyimak pengakuan Mahasiswi dari Universitas Sam Ratulangi Menado ini.
Regina, BEM Faperta Universitas Sam Ratulangi, menuturkan, kesan bertemu Mentan Andi Amran Sulaiman, beliau Motivator dan Inspirator buat kami generasi milenial, Prop. Sulut, saat ini mengejar ketertinggalan dari propinsi lain, mentan, beberapa kali ke daerah kami, memberikan banyak bantuan Benih hingga Alsin, sektor pertanian menjadi Trending Topik di tataran generasi muda di sulut, sektor yang dulu dianggap marginal kini menjadi populer asal kita mau bekerja keras dan berinovasi untuk nilai tambah produk pasti bisa, itu penuturan Mentan yang selalu kami ingat.






