Agus ali nurdin sang petani milenial

 

Poros Nusantara – Sukses itu bukan dilihat hanya dari penampilan nya dalam bekerja, yang bepakaian necis serta berdasi. Hal ini diperlihatkan Agus ali nurdin yang seorang petani muda. Agus ali nurdin sang petani milenial ini sukses mengakomodir masyarakat petani di daerah nya, dia menjadi pionir bagi teman teman di komunitas mereka, Ia lulusan D3 IPB Angkatan 39 Tekologi Benih, lalu ikut magang ke Jepang program Kementan, lalu kuliah S1 Agronomi IPB. Alumni Program Ikatan Magang Jepang (Ikamaja) ini membangun Okiagaru Mart yang kini memasok produk sayuran ke restauran Jepang di Indonesia.

“Sekarang kita sudah memasok ke swalayan dan restaurant Jepang yang ada di Indonesia, Lalu nanti kedepannya kita akan membangun Okiagaru Mart,” kata alumni IPB tahun 2012 yang merekrut ratusan remaja terlibat dalam agribisnisnya.

Areal lahan pertanian sayuran organik milik Okiagaru Farm ada sekitar 1,8 ha di Cianjur dan 2 ha di Cisarua. Di lahan itu, Agus menanam sekitar 100 jenis sayuran dan sebanyak 50% merupakan sayuran asli Jepang, seperti kyuri (timun jepang), horenzo (bayam jepang), kabocha (labu jepang), satsumaimo (ubi jepang), zucchini, dan negi. Sementara sisanya merupakan sayuran lokal tapi dikonsumsi di restoran Jepang. Dan pada saat ini lahan mereka semakin luas seiring dengan kemajuan dari hasil yg mereka kerjakan. Sang petani milenial ini di bantu oleh dua orang rekan seperjuangan nya yang juga telah bersama sama dengan nya sebelum mereka berangkat ke Jepang megikuti magang pertanian.
Hingga bulan kemarin kita sudah dapat order dari banyak perusahaan di Jakrata, seperti AEON dan 25 gerai restoran, dimana omset yang diraih hingga 450 juta rupiah perbulan nya, bahkan lebih hingga mencapai 500 jutaan, hingga saat ini kita sudah mempunyai anggota sebanyak 100 orang, dalam komunitas ini, yang tersebar di wilayah Jawa barat (Bogor, Majalengka dan Cianjur ), yang mana sudah mengolah lahan pertanian mencapai 100 hektar. Dalam sejarah perjuangan nya mengembangkan usaha ini, berawal dari menunggu keberangkatan nya mengikuti kerja magang pertanian ke Jepang, dari program Kementan, dimana dalam syarat nya harus memiliki pengalaman selama 2 tahun di kelompok tani. Oleh sebab itu untuk mengisi rentang waktu itu, dia berkaloborasi dengan teman teman kaula muda nya, Yuki dan Popey, membuat sebuah komunitas dengan nama ” Bangkit dan membangkit kan ” yang ber afiliasi menjadi ” Okiagaru ” dalam bahasa Jepang nya, dimana bertujuan untuk menyesuaikan akan keberangkatan nya ke Jepang. Saat ini Agus dan teman teman nya memenuhi semua order pelanggannya dari hasil pertanian di komunitas nya, yang tersebar di berbagai daerah itu. Sebab saat ini untuk memenuhi orderan tersebut tidak bisa dipenuhi hanya dari kebun yang ada di wilayah Cianjur Cipanas ini saja, kata nya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *