Presiden Ingin Destinasi Wisata Budaya di Samosir Dilakukan Penataan

Hal yang paling menarik tentunya adalah batu kursi persidangan. Dan inilah yang menjadi ciri khas dari Huta Siallagan atau Kampung Sialagan ini. Berada di sebuah benteng yang tidak terlalu tinggi, wisatawan akan masuk ke pintu gerbang yang hanya muat untuk satu orang.

Yang sangat menarik, adalah saat pemandu wisata memandu dan menjelaskan kepada rombongan Presiden tentang hukum pasung yang ada sejak dahulu di Kampung Huta Siallagan.

“Ada hukum pasung dan hukum pancung. Untuk tindak kejahatan yang berat tentunya hukum pancung. Hukuman pancung menjadi ciri dari hukuman di Huta Siallagan, dan inilah yang membuat saya langsung merinding. Ada lokasi khusus untuk pemancungan, dan ada algojo khusus juga,” kata seorang pemandu di depan rombongan Presiden.

Sebelum dipancung ada prosesi khusus bagi pelaku kejahatan yang bisa membuat kuduk langsung merinding. Karena di masa lalu, orang banyak mempunyai ilmu kanuragan, maka perlu langkah untuk menghilangkan kemampuan khusus  itu.

Kulit pelaku kejahatan pun disayat lantas lukanya diberi air jeruk nipis. Inilah ramuan yang dipercaya menghapuskan ilmunya dan hukuman pancung pun bisa dilaksanakan dengan sekali tebas.

Pada kesempatan itu Presiden didampingi sejumlah pejabat daerah dan Menteri Kabinet Kerja di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Dirut Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *