“Dari nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dimiliki koperasi, bagaimana nantinya koperasi bisa berdampak untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Ariel.
Artinya, kata Ariel, bagaimana koperasi dapat berperan sebagai agen yang membuat pembangunan ini lebih berkesinambungan, berkeadilan, merata dan berwawasan lingkungan.
Ariel Guarco pun mempertegas bahwa koperasi itu kuat, bukan kelompok marjinal. Menurut dia, saat ini terdapat 1,2 juta badan usaha koperasi dan 3 miliar orang anggota individu di dunia.
“Dengan mempersatukan koperasi, saya yakin koperasi bisa jadi mitra global utama dalam mewujudkan model pembangunan berkeadilan, demokratis, dan berkelanjutan,” jelas Ariel.
Deputi Bidang Kelembagaan Luhur Pradjarto menyampaikan paparan terkait program pengembangan koperasi dan UKM di Indonesia, khususnya Reformasi Total Koperasi.
Setelah diadakan Reformasi Total Koperasi, kini menjadi 126.343 unit, yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu Koperasi Simpan Pinjam sebanyak 18.491 unit (14,64%) danĀ Koperasi Non-Simpan Pinjam sebanyak 107.852 unit (85,35%).
Kontribusi koperasi di Indonesia terhadap PDB Nasional mengalami peningkatan yang cukup besar, dimana pada tahun 2014 sebesar 1,71% meningkat menjadi 5,1% di tahun 2018. (Red)






