Realisasi KUR Sektor Peternakan Tahun 2019 Mencapai 3,42 Triliun

“Pada tahun 2018 setidaknya sudah dua kali Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaksanakan launching KUR Khusus Peternakan Rakyat, yaitu di Wonogiri, Jawa Tengah dan Malang, Jawa Timur,” ungkap Ketut.

*KUR Sektor Peternakan*

Sementara itu Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Produk Peternakan, Ditjen PKH menyampaikan bahwa berdasarkan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, pada periode tahun 2015 – 30 Juni 2019, realisasi akad kredit KUR sektor peternakan sebesar Rp. 13,8 triliun untuk usaha produktif pembibitan dan budidaya sapi, ternak perah, kambing/domba, unggas, dan kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan.

“Pada tahun 2019 sampai dengan bulan Juni, realisasi akad kredit KUR Sub Sektor Peternakan sebesar Rp. 3,42 triliun untuk 146.395 debitur, dengan porsi penyaluran terbesar untuk usaha peternakan sapi (49,88%) diikuti peternakan integrasi dengan pertanian lainnya (19,41%), usaha peternakan unggas (15,57%), usaha peternakan domba/kambing (8,65%), dan usaha peternakan babi (6,48%),” jelas Fini.

Fini memamparkan bahwa penyaluran KUR pada usaha peternakan sapi masih mendominasi sejak tahun 2016 sampai dengan 2019, hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya kepercayaan perbankan terhadap pengelolaan resiko usaha oleh peternak. Selain tentu saja meningkatnya penerapan tata cara budidaya yang baik, peran asuransi usaha ternak sapi/kerbau juga penting dalam pengelolaan resiko usaha dan penjaminan keberlanjutan usaha.

“Kementerian Pertanian sejak tahun 2016 telah memfasilitasi bantuan premi asuransi untuk sapi betina produktif yang dimiliki peternak mikro dan kecil, dengan mengalokasikan bantuan premi untuk 120.000 ekor setiap tahunnya,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *