“Kebetulan, memang di Dispora kita awalnya tidak ada menganggarkan SPPD untuk orang tua pelajar yang mengikuti acara, atau perlombaan. Namun sesuai arahan pak Walikota tadi agar kita bisa memfasilitasi, kami sedang membahas agar dapat ditemukan solusinya sehingga orang tua Roni bisa kita bantu berangkat ke Jakarta,” ungkap Yogi.
Roni Kurniawan, adalah putra bungsu 2 bersaudara dari pasangan Mustakmal dan Junisma Wadrianis yang kini berdomisili di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi. Remaja ini lahir di Talawi pada 04 Oktober 2002 silam.
“Saya ikut seleksi Paskibra ini sejak 04 Mei 2019 lalu. Sampai ke seleksi di tingkat provinsi, itu tantangan paling berat di tes Peraturan Baris – Berbaris (PBB) dan tes fisik. Apalagi tesnya sampai larut malam,” tutur Roni, alumni SMP Negeri 05 Kumbayau.
Disebutkan Roni, dirinya akan berangkat ke Jakarta untuk mulai pelatihan pada 25 Juli mendatang.
Mustakmal, ayah Roni menceritakan bahwa anaknya sejak kecil memang menyukai olahraga dan baris berbaris.
Dari data yang diperoleh Humas, Roni Kurniawan ini memang remaja yang multitalenta. Selain menjadi atlet volly, Roni juga aktif di Pramuka.
“Saya dulu ikut POPDA dan O2SN cabang bola volly. Itu berhasil mendapatkan medali perunggu,” cerita Roni.
Aktif di Pramuka, Roni juga pernah mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) tahun 2016 lalu. Bahkan, ternyata remaja hitam manis itu juga anak randai. Sampai mengikuti Festival Randai tingkat Provinsi dan memboyong juara 2.
Sementara, Pelatih Paskibra Kota Sawahlunto, Alex Pompi Syarzes didampingi Ketua Purna Paski ‘Kota Arang’, Desma Harianto menceritakan bahwa dalam seleksi dan latihan, Roni memang terpantau rajin, tekun dan tidak banyak ‘neko – neko’.
“Semoga Roni sukses mengemban amanah Paskibraka pada upacara di Istana nanti. Berbaur selama seleksi dan latihan, kami melihat Roni sangat berpotensi dan berbakat,” kata Alex.






