Kedua, ibu-ibu diarahkan untuk diajari tata boga, kuliner, hingga menata makanan agar menarik. Ketiga, manajemen kamar, homestay, ditata dengan rapi dan satu manajemen. Selain itu, Arief juga meminta segera menunjuk satu anak muda, paham digital, untuk bisa memakai teknologi bagi reservasi dan pembayaran.
Tenaga muda kreatif itu juga diperlukan untuk mengoperasikan sistem pemesanan kamar dan cara pembayaran yang memudahkan traveler untuk memesan sampai membayarnya secara digital. “Anak muda itu menjadi semacam Resort Manager. Dan, bapak-ibu harus patuh pada manajemen,” tegasnya.
Tenaga muda kreatif itu bisa lulusan Politekhnik Pariwisata Medan. Atau dari mana saja. Yang penting memahami hospitality dan sifatnya membantu. Ia dipekerjakan BOPDT, hanya untuk mengurus manajemen amenitas di kawasan Danau Toba. ”Khusus untuk pelatihan penataan kamar, kuliner dan penyajiannya, nanti Hotel Inna Parapat diharapkan membantu menularkan ilmunya,” harap Arief. (Red)






