“Lokasi yang sangat strategis membantu pemasaran, juga akan menunjang sektor pariwisata. Menyediakan produk UMKM dengan mutu dan desain yang baik, sehingga menjadi incaran turis lokal maupun mancanegara,” tuturnya.
Ia berharap, akan selalu ada sinergi dari Dekranasda Kalteng dengan pihak lain, agar pengembangan UMKM menjadi maksimal. Terutama di era teknologi saat ini, pengembangan produk yang mengikuti tren tengah gencar, semoga bisa diikuti oleh UMKM Kalteng. “Dekranasda harus semakin berperan dalam meningkatkan produk UMKM daerahnya,” pesan Mufidah.
Turut mendampingi Mufidah, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga menuturkan, Provinsi Kalteng dipilih dan diputuskan bersama pengurus Dekranas selain dari enam provinsi yang secara rutin setiap tahun diselenggarakan, sebagai program sinergi Kemenkop UKM, Dekranas dan TP-PKK.
Dibentuknya pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota, diyakini Bintang, mampu menyusun program dan kegiatan untuk melestarikan hasil karya produk kerajinan yang berbasis kearifan lokal, untuk dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Dalam hal ini kita berupaya melestarikan kerajinan Manjawet dan Benang Bintik, khas dari Kalteng. Ditambah, kehadiran gedung Dekranasda Provinsi Kalimantan Tengah dan Central Borneo Souvenir yang diresmikan bisa menjadi etalase produk unggulan daerah,” imbuh Bintang.
Bukan cuma itu saja, lanjut Bintang, kehadiran gedung Dekranasda ini sekaligus menjadi ‘Hub’ atau penghubung antara pengurus Dekranasda Provinsi dan pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah dalam membina para perajin.
Bintang merinci, dalam rangkaian kegiatan sinergi, terdapat beberapa giatan yang berlangsung selama tiga hari, 14-16 Juli 2019, terdapat delapan jenis kegiatan pelatihan, enam dari Kedeputian Kementerian Koperasi dan UKM dan dua dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng.






