Kementan Mantapkan Model Korporasi Petani Cabai

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Uvien Supriatna Hasan, menyatakan kesiapan daerahnya sebagai pilot project korporasi petani cabai.” Petani cabai di Cianjur sangat siap melaksanakan Program Korporasi dari Kementan. Sudah saatnya petani juga eksis di era digitalisasi nanti. Jadi semua serba tertata, terstruktur dan modern. Pada intinya, sebenarnya itu memang keinginan petani cabai disini. Mudah-mudahan program ini akan berkesinambungan dan terus meluas, supaya petani cabai kita bisa lebih maju dan sejahtera,” kata Hasan optimistis.

Di tempat yang sama, peneliti senior dari Balai Besar Pengkajian Pengembangan Teknologi Pertanian, Lira Mailena menjelaskan pentingnya penguatan kelembagaan petani melalui model korporasi.” Sudah tidak jamannya petani kerja sendiri. Mereka harus bergabung dalam kelembagaan yang dikelola secara profesional supaya mampu berdaya saing. Salah satunya melalui kelembagaan koperasi petani. Koperasi bisa menjadi model pelembagaan dalam sistem korporasi usahatani,” jelas wanita yang biasa dipanggil Elen tersebut.

Para petani yang tergabung dalam Gapoktan Mujagi menyambut baik upaya Kementan mengkonsolidasikan kelompoktani cabai di wilayah Cianjur ke dalam wadah lembaga koperasi. Ridwan, tokoh petani cabai yang didaulat sebagai ketua koperasi cabai Cianjur mengapresiasi inisiatif Kementan membangun model korporasi di daerahnya.” Ya, kalau petani mau untung harus mau berkelompok seperti sholat berjamaah, pahalanya lebih banyak dibanding solat sendiri. Silakan bergabung dalam koperasi Maju Berkah Mandiri yang dirintis Kementan. Petani insya Allah akan lebih sejahtera,” kata Ridwan meyakinkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *