Warisan Budaya Leluhur Lampung Tiuh Tuha Gedung Batin yang Terus Dijaga Yaitu Kambu

Way Kanan, porosnusantara.co.id – Di aliran Sungai Way Besai, wilayah Tiuh Tuha Gedung Batin, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan yang di kenal dengan kampung wisata yang masih terdapat rumah kayu asli turun temurun yang bisa berumur/ berdiri mencapai ribuan tahun, masih tersimpan sebuah warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi, yaitu kambu, tempat penyimpanan ikan hasil tangkapan secara tradisional melalui teknik bepisol dan ngejala. Kambu yang dibuat dari anyaman rotan (huwi).

Sejak dahulu, masyarakat adat Tiuh Gedung Batin memanfaatkan Sungai Way Besai sebagai sumber kehidupan. Setelah menangkap ikan menggunakan cara tradisional seperti bepisol dan ngejala, hasil tangkapan disimpan sementara di dalam kambu agar tetap hidup sebelum dibawa pulang atau dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Keberadaan kambu menjadi bagian penting dari kearifan lokal yang menunjukkan hubungan harmonis antara masyarakat adat dengan alam sekitarnya.

Menurut cerita dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun di lingkungan masyarakat adat Tiuh Gedung Batin, kambu tersebut merupakan peninggalan Sunan Tuha, yang menjadi salah satu simbol perjalanan sejarah serta kehidupan masyarakat adat di wilayah tersebut. Hingga kini, keberadaan kambu tidak hanya dipandang sebagai sarana penangkapan ikan, tetapi juga sebagai benda bersejarah yang mencerminkan identitas budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai gotong royong masyarakat.

Saat ini, kambu tersebut dirawat dan dijaga oleh Tarmizi, bergelar adat Ratu Marga, yang berasal dari Tiuh Tuha Gedung Batin. Perawatan yang dilakukan merupakan bentuk komitmen untuk melestarikan peninggalan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda serta menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Way Kanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *