Kementan Mantapkan Model Korporasi Petani Cabai

Poros NusantaraKementerian Pertanian tak henti melakukan terobosan untuk memajukan pertanian Indonesia. Tidak hanya kebijakan dan teknologi saja, peningkatan kualitas SDM pertanian juga tak luput dari perubahan ini. Menteri Amran Sulaiman menegaskan bahwa pertanian harus lebih maju dan modern. “Jangan lagi berfikir bahwa petani di Indonesia itu ortodok dan konvensional. Petani itu sekarang harus cerdas, berpikiran maju dan modern. Ini tantangan di era digitalisasi global,” tandas pria asal Bone berprestasi tersebut.

Kasubdit Aneka Cabai, Mardiyah Hayati menyebut model korporasi sebagai salah satu cara jitu mengkonsolidasikan kelembagaan petani cabai.” Sesuai dengan arahan langsung Presiden, kita korporasikan kelompok-kelompok tani kecil agar skala usahanya lebih kuat dan meningkat. Pengembangan kawasan cabai berbasis korporasi akan memudahkan transfer teknologi, pengelolaan organisasi, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas SDM hingga konsolidasi pemasarannya,” kata Mardiyah saat mengadakan pertemuan dengan perwakilan kelompok tani cabai dari beberapa kecamatan di Cianjur.

Acara tersebut dilaksanakan oleh Ditjen Hortikultura bersama Balai Besar Pengkajian Badan Litbang Pertanian yang telah melakukan inisiasi pengembangan kelembagaan petani cabai menuju Korporasi Pertanian sejak 2017.” Saat ini kita fokus pada peningkatan kualitas dan kapasitas SDM petani cabai melalui pengembangan kawasan korporasi supaya pengembangan cabai lebih maju dan terarah. Termasuk ini bagian dari upaya menata sistem produksi cabai. Kita ingin petani tumbuh itu juga keatas, bukan hanya kesamping. Cianjur jadi pilot project nya,” paparnya, Selasa (16/7).

Untuk mendukung kawasan cabai berbasis korporasi di Cianjur, Direktorat Jenderal Hortikultura menyerahkan bantuan APBN berupa benih cabai, pupuk dan mulsa plastik kepada 24 kelompok tani. Menurut Mardiyah, bantuan tersebut sifatnya sebagai pengungkit supaya petani cabai Cianjur semangat menanam dan bisa menjaga produksi cabai stabil sepanjang tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *