Kementan Dukung Pengembangan Jeruk Keprok Selayar

Terkait penggunaan batang bawah jeruk selayar, peneliti Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropis (Balitjestro) – Badan Litbang Pertanian Dr. Chaerani Martasari, mengungkapkan bahwa sejauh ini pihak Balitjestro memang belum merekomendasikan penggunaan batang bawah selain dari varietas batang bawah yang telah didaftar seperti JC, RL dan lainnya lebih terutama pada faktor ketahanan serangan OPT pada batang bawah serta kemampuan adaptasi pertumbuhannya.

“Kami memang mengkhawatirkan bila batang bawah yang dipakai penangkar bukan dari varoetas batang bawah yang direkomendasikan akan mengakibatkan benih mapun tanaman pada saat dewasa nanti rentan terhadap penyakit tular tanah seperti Diplodia, Phytoptora maupun jenis OPT lain yang menyerang batang bawah,” kata Dr. Chaerani.

Seirama dengan Dr. Chaerani, Prof. Sobir dari PKHT – IPB menyampaikan bawah hal pertama yang perlu dipenuhi sebagai batang bawah jeruk adalah kompatibilitas dengan batang atas.

“Selain kompatibilitas, syarat berikutnya batang bawah harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan relative toleran terhadap penyakit batang bawah,” imbuhnya.

Masih menurut Prof. Sobir, selama batang bawah tidak membawa perubahan terhadap karakter produksi buah oleh batang atas maka secara kebenaran masih dapat dipertimbangkan.

Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Selayar, Ismail mengungkapkan bahwa di Kabupaten Selayar banyak petani yang menanam jeruk selayar dengan menggunakan batang bawah.

“Menurut pengamatan kami dan pengalaman petani, di kabupaten kami dengan menggunakan batang bawah dan atas sejenis yaitu selayar – selayar, pertumbuhan jeruk masih tetap baik dan terhadap kualitas buah jeruk Keprok Selayar menjadi lebih menonjol,” kata Ismail.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *