Porosnusantara.co.id, Samarinda – Potensi produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Samarinda, Kalimantan Timur cukup menjanjikan, salah satunya sarung tenun khas Samarinda. Namun terdapat beberapa faktor yang berpotensi menghambat perkembangan produk sarung tenun ini. Salah satunya adalah produktivitas dan juga regenerasi penenun yang jumlahnya semakin sedikit.
Mengetahui hal itu, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Bintang Puspayoga, komitmen untuk terus mendampingi para perajin di berbagai wilayah yang mengalami kesulitan sejak pra produksi hingga pemasaran, terutama di Samarinda. Menurutnya, untuk menggenjot daya saing produk UKM perlu ada peremajaan peralatan tenun dengan berbasis teknologi dengan tanpa meninggalkan ciri khas budayanya. Selain itu perlu ada upaya serius dari semua pihak termasuk pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan hingga pelatihan peningkatan SDM para perajin tenun di Samarinda.
“Apa yang bisa kita bantu mari kita bantu dan kerjakan bersama. Semuanya harus disesuaikan dengan keinginan pasar dan daerah, mudah-mudahan dengan potensi di sini kita bisa jalin kerjasama dari Kementerian dan UKM, dari Dekranas dan lainnya untuk majukan UKM di Samarinda,” ujar Bintang saat melakukan kunjungan kerjanya, Minggu (14/7/2019).
Dikatakannya, apabila penenun hanya memanfaatkan peralatan-peralatan tradisional tanpa mau beralih dengan peralatan tenun modern, maka akan kalah saing. Terlebih disaat permintaan pasar yang tinggi, produktivitas peralatan tradisional cenderung kurang efisien karena waktu produksi akan jauh lebih lama.
Meski begitu, Bintang Puspayoga juga tidak ingin alat-alat tenun tradisional “dimuseumkan” semua. Oleh sebab itu perlu ada kolaborasi pengguaan alat produksi. Selain itu perlu ada pengembangan motif atau corak dari setiap produk yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan permintaan pasar. Sementara untuk menyelesaikan persoalan regenerasi, dianjurkan agar perajin terus berupaya melakukan inovasi agar generasi muda tertarik untuk menjadi penenun.






