Kemenkop dan UKM – Dekranas Bertekad Majukan UKM Samarinda

“Mempertahankan Gedogan (alat tenun tradisional) ini emang setuju, tapi inovasi untuk sesuaikan pasar harus kita lihat. Kementerian Koperasi dan UKM harus bersinergi dengan instansi terkait atau dengan perusahaan swasta di daerah untuk bergandengan tangan menyelesaikannya,” ucap dia.

Senada dengan Bintang Puspayoga, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria br Simanungkalit, menyatakan bahwa kombinasi peralatan produksi diperlukan di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini. Untuk penggunaan alat tenun tradisional, produknya lebih tepat untuk segmen kelas menengah ke atas. Sementara untuk penggunaan mesin tenun modern diarahkan untuk menyasar pasar menengah – umum. Dengan cara tersebut, warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur tidak akan hilang. Di saat yang sama kebutuhan produk tenun untuk skala industri tetap terpenuhi.

Lebih lanjut, untuk menjamin produk-produk sarung tenun Samarinda go global, Victoria menyatakan sudah menyiapkan berbagai program. Diantaranya fasilitasi pemberian sertifikat merek, sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan juga fasilitasi untuk mengikuti pameran skala domestik atau internasional.

“Kita siap melindungi produk mereka dengan hak merek, HAKI supaya di saat kita pasarkan ke dunia tidak dicuri orang. Lalu kita juga coba rebranding produk-produk mereka agar bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan masyarakat global atau nasional untuk memasarkan produknya,” ungkap Victoria.

Terkait dengan permasalahan permodalan yang kerap dialami oleh pelaku UKM, Victoria komitmen untuk membantu mereka mendapat kemudahan akses kepada lembaga pembiayaan. Menurutnya adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Lembaga Pengelola Dana Bergulir – Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) dapat menjadi opsi bagi perajin tenun di Samarinda mendapatkan kredit dengan suku bunga yang jauh lebih murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *