Gebrakan Kementan Pacu Ekspor Berbasis Digital

Oleh karena itu, Ganjar menekankan Soropadan Expo 2019 ini diharapkan agar menjadi meeting point berkaitan dengan aspek hulu hingga hilir bisa dipelajari di expo ini. Di aspek hulu yakni belajar tentang teknik budidaya dan teknik menghasilkan komoditas yang berkualiatas. Misalnya, komoditas melon yang ditanam di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan, Magelang ternyata cepat matang, maka petani akan belajar terkait teknik yang paling baik dengan menghasilkan kualitas yang paling baik.

“Kemudian di aspek hilir, belajar cara memasarkan produk pertanian yang dihasilkan petani. bahkan selain kedua aspek ini, petani dan pelaku usaha berkumpul untuk saling bertukar informasi. Bahkan di sini sudah ada lelang komoditas pertanian. Semua proses ini selalu ada dalam setiap kegiatan Soropadan Expo. Nanti juga ada juga pelatihan untuk anak-anak muda agar bisa berdagang komoditas pertanian secara online,” terangnya.

Ganjar menambahkan Soropadan Expo ini pun merupakan momentum yang tepat untuk menitipkan berbagai komoditas pangan lokal unggulan kepada para degelasi agar bisa dipasarkan ke negara-negaranya. Ini merupakan salah satu cara memasarkan produk pangan agar bisa menembus pasar ekspor yang selama ini dirasarakan sulit.

“Besok ada delegasi tour, Wakil Gubernur akan memimpinnya. Kami akan titipi komoditas yang selama ini sulit tembus pasar ekspor. Misal beras hitam ke Australia, kami akan titipi mumpung di sini ketemu. Ini cara dagang kita, titipi untuk bawa ke Australia lalu kita ekspor,” ujarnya.

“Presiden Jokowi kan meminta begitu, agar neraca perdagangan surplus, maka ekspor kita pacu. Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun membawa misi dalam meningkatkan ekspor yakni akan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045 dan hari ini kita sudah mulai menggerakannya,” pintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *