Ketut menjelaskan kelebihan produksi telur ini harus dapat diolah menjadi bahan baku industri agar produktifitas terus meningkat.
“Usaha peternak layer memiliki masa depan yang cerah dan potensi pengembangannya sangat baik” terang Ketut.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Lampung Timur Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Nur Syamsu yang membacakan sambutan dari Bupati Lampung Timur, menyampaikan bahwa profesi peternak adalah pekerjaan mulia yang menyediakan kebutuhan protein hewani yakni telur. Lanjut Nur menjelaskan Kabupaten Lampung Timur terus berupaya sebagai sentra peternakan ayam baik layer dan broiler.
“Makan telur dapat meningkatkan gizi mencerdaskan generasi bangsa” ungkap Nur.
Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung, Jenni Soelistiani, menyebutkan PPN hadir memberikan harapan baru dan berjuang bersama untuk terus hidup sebagai peternak. Saat ini, Jenni menyebutkan jumlah populasi sekitar 4 juta ekor, produksi sekitar telur 200 ton perhari dengan jumlah peternak mencapai kurang lebih 1.000 peternak yang tersebar di 8 Kabupaten dan populasi terbanyak di Lampung Selatan dan Lampung Timur. Sebanyak 20 persen dari produksi tersebut telah dipasarkan ke Jakarta.
“Dari 1000 orang peternak yang ada di Lampung, yang terlibat aktif dalam PPN baru 100 peternak, ini menandakan masih ada potensi yang sangat besar untuk kemajuan peternak ayam petelur di Lampung’’ terang Jenni menambahkan.
Pada kesempatan itu, Ketut juga menyerahkan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) kepada 6 peternakan ayam petelur unggulan Lampung. Sertifikasi NKV merupakan upaya pemerintah dalam memberikan jaminan persyaratan kelayakan dasar dalam sistem jaminan keamanan pangan dalam aspek higiene-sanitasi, keberadaan sertifikat NKV bagi unit usaha sangat penting dalam melakukan eksportasi yang mana aspek keamanan pangan menjadi persyaratan utama, serta menjadi salah satu daya saing utama dalam perdagangan internasional






