Sesjen: ASN Berperan Penting Capai Indonesia Emas 2045

  • Bagikan

Porosnusantara.co.id, Bandung – Indonesia Emas 2045 adalah visi dimana bangsa Indonesia yang unggul dari bangsa-bangsa lain dalam semua aspek. Untuk mewujudkannya kuncinya adalah di Sumber Daya Manusia (SDM) dimana Aparatur Sipil Negara (ASN) memegang peranan kunci dan strategis dalam menentukan kejayaan Indonesia. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Perhubungan Djoko Sasono saat memberikan ceramah umum dan pembekalan kepada 253 CPNS Kemenhub yang sedang mengikuti Diklat Pembangunan Karakter di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter SDM Transportasi (BP3KSDMT) Bandung, Rabu (1/5).

BACA JUGA  Poros Nusantara Lakukan Audiensi Dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

“Tahun 2045 disebut sebagai Indonesia emas. Jadi jaya tidaknya Indonesia salah satunya ditentukan oleh ASN-nya. Dengan memilih menjadi ASN kita mendedikasikan diri kita. Kalian bagian integral dari NKRI,” ucap Djoko.

Menurut Djoko ruang ASN untuk mengabdi kepada negara Indonesia luar biasa besarnya. Seperti ASN Kementerian Perhubungan yang mempunyai tanggung jawab terhadap layanan transportasi di Indonesia. Oleh karenanya perlu dibentuk ASN yang terhormat dan bermartabat.

BACA JUGA  Wagub NTT Groundbreaking Jalan Lingkungan di Gua Maria Baumata

“Caranya harus diasah sikap-sikap seperti disiplin, dedikasi, dan loyalitas kepada NKRI. Jadi jika ketiga sikap itu sudah dimiliki, maka kalian akan mendapatkan kehormatan sebagai seorang ASN,” sebutnya.

Lebih lanjut Djoko mengatakan saat ini income per kapita Indonesia adalah USD 3.500 namun di tahun 2055 income perkapita Indonesia diprediksi oleh lembaga-lembaga keuangan dunia akan menyentuh angka hampir USD 30.000.

BACA JUGA  Riksus Akhir Masa Jabatan (AMJ) di Desa Srijaya Berjalan Kondusip.

“Untuk mencapai hal tersebut artinya para ASN harus bekerja luar biasa. Tidak ada pilihan lain selain kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Ini harus disiapkan ASN-ASN nya, karena kompetisi diantara kita juga sangat ketat,” pungkas Djoko. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *