Pengembangan rumpun sapi baru di Indonesia dilaksanakan secara bertahap, untuk itu pengembangan sapi BB pada saat ini dilakukan secara tertutup dan terkontrol di instansi yang ditunjuk, memiliki sumberdaya pakan dan tenaga ahli yang mencukupi. Setidaknya terdapat 12 unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian yang dalam pelaksanaannya didampingi pakar pendamping dari berbagai perguruan tinggi dan praktisi.
Belgian Blue menjadi pilihan pemerintah untuk pengembangan, mengingat sapi ini punya karakteristik unggul, yaitu memiliki otot ganda (double muscle), temperamen jinak dan mudah dalam penanganan. Selain itu sapi ini beranak pertama pada umur 23 bulan dan memiliki efisiensi pakan yang tinggi.
Adapun kualitas karkas sapi jenis ini sangat baik, yaitu persentase karkasnya tinggi (75- 80%), kualitas daging lembut dan rendah kolesterol (± 45mg/100g), serta memiliki kandungan tinggi protein, Vit. B3, Vit. B12 dan zat besi.
“sapi ini akan memberikan keuntungan dan mensejahterakan peternak di masa yang akan datang. Ini akan menjawab tantangan penyediaan protein hewani yang berkualitas dan mencukupi” tutupnya. ( Red)






