Potensi Lahan Bawang Putih di Pasuruan 3.000 Hektare

Bu Suyi menjelaskan, saat ini produksi bawang putih di lahanya hanya mampu menghasilkan delapan ton per hektare. Namun, bisa meningkat menjadi 15 sampai 20 ton per hektare jika penanganannya maksimal.

“Karena ini kerja sama dengan perusahaan (importir, red), hasil panennya nanti dibelinya dengan harga Rp15.000 per kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, dari pihak importir, Cahyono mengatakan harga Rp15.000 per kilo itu bukan kondisi basah, tapi kondisi mamel (posisi setengah kering) yang sudah dijemur sekitar 10 hingga 15 hari.

“Kalo posisi basah cabut itu kita hargai sekitar 11.700 per kilo. Soal kerja sama kita 30 -70 setelah pengembalian bibit. Jadi bibit kita kasih , tapi tidak sepenuhnya dari perusahaan,” ujarnya.

Cahyono mengakui di tahun 2019 mendapat kewajiban tanam bawang putih dari Kementan seluas 150 hektare. Namun penanaman baru terealisasi seluas 21 hektare.

“Kami terus perluas lahan penanaman bawang putih. Petani di wilayah Tutur ini sangat antusias, jadi kami optimis bisa bantu pemerintah wujudkan swasembada,” sambung dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *