Menteri Nasir tidak ingin muncul bibit-bibit intoleransi, radikalisme apalagi berkembangnya paham separatisme dan ingin mendirikan negara khilafah yang tidak sesuai dengan semangat NKRI di kalangan para CPNS Kemenristekdikti.
“Jalan menuju PNS masih panjang, yang lulus saat ini harus bersyukur karena sudah lolos menjadi CPNS. Jika tidak mengikuti peraturan dan tidak bekerja dengan baik CPNS bisa digagalkan menjadi PNS. Bagi yang tidak memiliki rasa cinta tanah air, nasionalisme, UUD 1945, semboyan Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika tidak diperkenankan menjadi pegawai di Kemenristekdikti, silahkan mengundurkan diri, ” tegas Nasir.
Menteri Nasir menambahkan bahwa tantangan menjadi ASN di era Revolusi Industri 4.0 sangat berbeda dengan ASN/ PNS di zaman dahulu. Saat ini teknologi telah berkembang dengan sangat pesat, yang dapat memecahkan masalah lambatnya birokrasi di masa lalu. Tuntutan masyarakat akan pelayanan birokrasi cepat dan transparan juga semakin tinggi. Oleh karena itu CPNS baru Kemenristekdikti harus mampu menjadi ASN 4.0 yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan publik optimal terhadap masyarakat. Tujuannya untuk birokrasi bersih, kompeten dan melayani.
” CPNS saat ini merupakan Gen-Y yaitu generasi yang berinovasi yang harus cepat belajar dan pintar, kritis, bekerja mobile, melek teknologi, mudah bergaul, selektif memilih pemimpin, berorientasi pada tim, suka tantangan besar, dan tidak terintimidasi oleh atasan/senior. Selain itu strategi rekrutmen Gen-Y yaitu dengan promosi dan re-branding, kejelasan pola karir dengan program retaining yang komprehensif, dan memiliki sistem rekrutmen yang baik yang Kompetitif, Adil, Objektif, Transparan, Bebas Unsur KKN, dan Bebas Biaya,” tutur Menristekdikti.






