Porosnusantara.co.id |PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat bisnis pengembangan properti melalui pengembangan proyek-proyek hunian dan komersial di berbagai daerah. Hal tersebut disampaikan manajemen Perseroan dalam Public Expose Tahunan 2026 yang digelar di The Bellezza, Jakarta Selatan, Senin (29/6).
Dalam paparan tersebut, manajemen menyampaikan bahwa Perseroan akan terus mengoptimalkan portofolio bisnis yang telah dimiliki sekaligus menangkap peluang pertumbuhan sektor properti nasional. Fokus pengembangan diarahkan pada proyek hunian tapak (landed house), apartemen, kawasan komersial, perkantoran, hotel, hingga proyek mixed-use yang menjadi lini usaha utama Perseroan.
PT Perdana Gapuraprima Tbk merupakan salah satu pengembang properti nasional yang telah beroperasi sejak 1987. Perseroan memiliki pengalaman lebih dari empat dekade di industri properti dengan portofolio lebih dari 30 proyek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, Bandung, Lampung, Bali, dan Cilegon.
Selain mengembangkan kawasan hunian, GPRA juga memiliki portofolio berupa apartemen, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel, serviced apartment, hingga fasilitas rekreasi. Strategi diversifikasi tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan Perseroan dalam menjaga keberlangsungan bisnis di tengah dinamika industri properti.
Manajemen menyampaikan bahwa pengembangan properti masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan, terutama dari penjualan rumah tapak. Ke depan, GPRA akan terus mengoptimalkan proyek-proyek eksisting sekaligus menjaga efisiensi operasional agar mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pemegang saham.
Beberapa proyek yang menjadi bagian dari portofolio Perseroan antara lain Bukit Cimanggu City di Bogor, The Bellezza Suites Jakarta, Spring Garden Residence, Metro Cilegon, serta sejumlah proyek apartemen, kawasan komersial, dan hotel di berbagai kota.
Melalui Public Expose 2026, Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan nilai perusahaan melalui pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta menjaga kepercayaan investor terhadap kinerja GPRA.






