Kemitraan Importir dan Petani Dorong Perluasan Areal Tanam Bawang Putih

“Bahkan tahun 2019 ini, pemerintah yakin bisa mencapai swasembada benih bawang putih Dengan keberhasilan itu, tahun ini pemerintah berencana menutup impor benih, karena kebutuhan dalam negeri sudah bisa tercukupi. Apalagi potensi benih bawang putih unggul dalam negeri juga cukup besar,” beber Suwandi.

Suwandi menyebutkan adapun varietas benih unggul bawang putih lokal diantaranya, Sangga Sembalun, Karanganyar, Lumbu Kuning, Lumbu Hijau dan Lumbu Putih. Produktivitasnya rata-rata 8,9 ton per ha. Bahkan di beberapa daerah, seperti Temanggung ada yang mencapai 16 ton per ha. Di Wonosobo dan Sukabumi mencapai 14 ton per ha.

“Jadi soal benih, kami pastikan tidak ada masalah lagi. Dengan pengembangan di beberapa daerah, benih bawang putih untuk perluasan areal akan cukup. Jadi memang awal mula penanaman bawang putih untuk mencapai swasembada benih bawang putih tahun 2019,” sebutnya.

Di sisi lain Suwandi menegaskan Kementan hingga saat ini sudah blacklist sebanyak 56 importir bawang putih nakal yang terdiri dari hari ini sebanyak 41 importir dan tahun lalu 15 importir yang tidak mentaati aturan wajib tanam dan berproduksi 5% dan selalu mempermainkan harga. Mayoritas importir yang diblacklist berdomisili di Jakarta, Surabaya dan Medan.

“Dengan demikian, harga bawang putih dan komoditas lainnya ke depan stabil. Petani dan pedagang sama-sama untung serta konsumen menikmati harga pangan yang murah,” tuturnya.

Oleh karena itu, Suwandi berharap di tahun 2021 target swasembada bawang putih, baik benih maupun konsumsi dapat diwujudkan. Sebab, benih bawang putih lokal yang ditanam di Indonesia, tidak jauh berbeda dengan impor. Bahkan lebih unggul karena aromanya lebih tajam (kuat).

“Kita tunggu saja 2021 karena tahun tersebut kita sudah dapat mengonsumsi bawang putih produksi dalam negeri. Kalau sekarang paling yang reject diolah menjadi pasta,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *