Harga Cabai dan Bawang di Kalsel Terpantau Stabil dan Aman

“Bedanya, di sini cabai kering sudah menjadi alternatif pilihan warga, sehingga bisa disimpan lebih lama sebagai stok. Berbeda dengan bawang putih yang terkendala pada stok, bawang merah hanya permainan pedagang yang memanfaatkan kondisi seperti ini,” lanjut Suparno.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Wagimin, cabai lokal tidak memiliki masalah ketersediaan mengingat luas pertanaman dan produksi masih mencukupi. Luas panen cabai hiyung ini mencapai 23 hektare cukup untuk persediaan bulan puasa dan lebaran.

“Produktivitas cabai hiyung mencapai 8,6 ton per hektare sementara permasalahan hama dan penyakit (OPT) di lapangan tidak mengkhawatirkan,” jelas Wagimin.

Kelompok Tani Karya Baru adalah kelompok olahan abon cabai hiyung. Beranggotakan 25 orang, melakukan pembelian cabai hiyung ketika panen raya dan harga jatuh sampai Rp 10 ribu per kg. Kelompok ini membeli seharga 25 ribu per kg. Akan tetapi jika harga normal Rp 35 ribu per kg, petani dipersilakan menjual ke pedagang seperti biasa. Cabai ini sangat disukai masyarakat Kalsel karena rasanya yang pedas.

“Cabai hiyung biasanya mulai panen pada Juni sampai November sehingga untuk mengisi pasar pada Desember hingga Mei dilakukan pertanaman di lahan kering. Walaupun mutunya tidak sebagus produksi di lahan rawa tetapi bisa diterima pasar dengan baik,” tutup Wagimin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *