Porosnusantara.co.id – Sejumlah bahan pokok termasuk bawang dan cabai di Kalimantan Selatan masih dalam kisaran normal. Harga bawang putih sempat tinggi dikarenakan pasokan yang terbatas, namun sudah berangsur turun dengan mulai masuknya bawang putih impor pada minggu ini. Hal ini sesuai Menteri Pertanian untuk memastikan pasokan cabai bawang di semua provinsi aman selama bulan puasa dan Idul Fitri.
“Harga bawang putih sempat mencapai Rp 60 ribu per kg, harga bawang merah masih normal sekitar 26 ribu per kg. Harga cabai pun masih normal di tingkat pedagang 50 ribu per kg,” ujar Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Kusmaryono.
Menurut Kepala Bidang Hortikultura Propinsi Kalsel, Elliana, suplai cabai terpantau aman karena jumlah areal panen diperkirakan masih mencukupi, demikian juga stok aman.
“Pada pertanaman komoditas bawang merah terdapat sedikit masalah yaitu hanya ditanam oleh petani tertentu dikarena budidayanya yang cukup rumit. Kendala di bawang merah produksinya kurang tahan lama saat disimpan, dan apabila dikeringkan susutnya banyak, disinyalir karena minim zat kapur dan tanah yang masam,” ujar Elliana.
Menurut Kepala Dinas DKP provinsi Kalsel, Suparno, “Pasar murah di wilayah Kalsel akan dilaksanakan pada 15 – 17 Mei mendatang berdasarkan hasil koordinasi Dinas Pangan dan DKP. Kendala di bawang putih, sempat mengalami kenaikan sampai Rp 80 ribu per kg di sebulan sebelum Ramadhan, seminggu atau minggu nanti pasti berangsur turun.”
Harga cabai semua stabil karena terdapat dua dukungan pasokan dari Surabaya dan lokal. Cabai yang berasal dari Surabaya cenderung kurang pedas sedangkan masyarakat lebih menggemari cabai hiyung lokal yang rasanya lebih pedas.






