Porosnusantara.co.id – Jakarta 21 Mei 2019. Ditjen PSP kementan hingga awal tahun ini telah melakukan capaian meliputi bidang direktorat irigasi pertanian yang mana dalam dalam tugas nya dapat dilihat dari tiga bagian kerja, pertama dapat kita lihat pada pengembangan jaringan irigasi Tertier, yang mana hingga saat ini telah terbangun dapat mengairi sawah seluas 3,129 juta hektar, yang berdampak pada peningkatan produksi 8,21 juta ton. Kedua dalam Irigasi perpompaan yang telah dibangun sebanyak 2.358 unit, dengan estimasi luas 47,16 rb hektar mendukung tanaman hortikultura.
Mendukung perkebunan dan horti sebanyak 429 unit dapat mengairi 4,29 rb hektar dalam masa kemarau. Mendukung peternakan sebanyak 322 unit. Estimasi ternak 3,22 rb ekor terjamin air minum dan sanitasi nya. Yang ketiga yakni dalam pembangunan embung, dam parit dan longstorage. Dimana pada saat ini embung telah dibangun sebanyak 2.962 unit, dengan estimasi luas pertanaman 73,85 rb hektar.
Pengembangan embung mendukung hortikultura dan perkembunan sebanyak 39 unit dengan estimasi unit 10 ha, maka luas dapat pelayanan air dimusim kemarau seluas 390 ha, dan mendukung peternakan sebanyak 5 unit dengan estimasi unit 10 ha. Maka akan dapat diairi seluas 50 hektar. Kedua, Direktorat perluasan dan perlindungan lahan, yang mana hingga saat ini dapat dilihat perkembangan dalam 3 bidang, yakni dalam program optimasi lahan rawa #SERASI dalam rangka peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas dilaksanakan di provinsi sumsel 220.000 hektar, kalsel 153. 363 ha dan Sulsel 33.505 ha. Jenis kegiatan SID, rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan alsintan pra dan pasca panen, bantuan saprodi, pengembangan usaha. Kegiatan ini melibatkan Unsur TNI – AD dalam pendampingan proses pengerjaan pisik oleh petani dilapangan membantu memastikan seluruh pekerjaan terlaksana dengan baik. Ketiga dalam kegiatan Direktorat alat dan mesin pertanian, dalam hal ini terlihat dalam pengadaan di pusat dan daerah ( prov ) melalui E – katalok.






